JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gunung Raung yang berada di Provinsi Jawa Timur mengalami erupsi pada Selasa (24/12/2024) pagi hari. Gunung ini terletak di tiga kabupaten, yakni Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso.
Memiliki bentuk kerucut dan puncak dengan ketinggian 3.344 meter di atas permukaan laut, sehingga menempati urutan gunung tertinggi di Jawa Timur di nomor kedua. Gunung ini terakhir kali meletus atau erupsi pada Rabu, 27 Juli 2022.
Abu vulkanik yang berwarna kelabu tebal menyembur setinggi 2.000 meter dari puncak kawah dan terlihat condong ke arah timur. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Raung sedang meningkat dan perlu waspada mengenai hal tersebut.
Menurut laporan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, erupsi pertama Gunung Raung terjadi pada pukul 09.30 WIB. Kemudian, seismograf merekam aktivitas erupsi susulan sebanyak 3 kali.
Erupsi susulan pertama berselang selama 55 menit dari erupsi pertama, yaitu terjadi pada pukul 10.25 WIB. Pada susulan pertama, visual letusan tidak teramati.
Untuk erupsi susulan kedua terjadi 6 menit setelah susulan pertama, yaitu pada pukul 10.31 WIB. Erupsi susulan kedua tersebut juga tidak terlihat secara visual.
Sedangkan susulan ketiga terjadi pada 10.35 WIB. Erupsi tersebut berhasil terekam dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 114 detik.
Muhammad Wafid selaku kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memberi imbauan kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berada di dekat puncak ataupun kawah Gunung Raung.
Imbauan ini disampaikan saat aktivitas gunung ini meningkat yang sekarang berada pada level II atau waspada.
“Kejadian erupsi Gunung Raung adalah hal yang wajar mengingat tingkat aktivitas Gunung Raung saat ini adalah level II dengan aktivitas fluktuatif dan potensi terjadi erupsi sewaktu-waktu,” jelas Wafid.
Erupsi Gunung Raung saat ini menjadi pengingat tentang kemungkinan bencana vulkanik yang bisa terjadi di Indonesia. Dalam keadaan seperti ini, masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan. LARAS KUN
Editor : Imron Arlado