JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pak Tarno yang dulunya seorang pesulap terkenal, kini kondisinya sangat memprihatinkan, hingga membuat publik bersimpati terhadapnya.
Kondisinya yang sekarang terungkap melalui sebuah unggahan di media sosial (TikTok).
Dalam Video tersebut terlihat Pak Tarno sedang mencari nafkah di depan rumah dengan kondisi lemas duduk di atas kursi roda. Pak Tarno berjualan ikan cupang hingga mainan anak-anak, dan alat tulis.
Pak Tarno berjualan di pinggir jalan, dengan bermodalkan dua meja panjang, Dagangannya ditata rapi dan dijaga dengan kondisi yang tampaknya tidak sehat.
Dalam unggahan tersebut, tampak badan pak tarno semakin kurus, dengan menggunakan pakaian kemeja bergaris berwarna hitam merah, yang dipadukan dengan celana pendek dan topi.
Video tersebut langsung viral dan menarik perhatian warganet. Pengunggah video menyebut bahwa kondisi Pak Tarno kini sangat berbeda dibandingkan masa kejayaannya dulu.
Diketahui, Pak Tarno telah mengalami Stroke sebanyak 3 kali, hingga tubuhnya semakin melemah.
Keadaan Pak Tarno yang tampak lemah dan sulit berjalan itu, membuat warganet membandingkan dengan kondisi Agus Salim, korban penyiraman air keras.
Cukup banyak warganet yang berasumsi bahwa Pak Tarno lebih layak mendapat donasi dibanding Agus Salim.
Pendapat tersebut dilontarkan, sebab Agus Salim telah dianggap menyalahgunakan donasi yang telah diberikan padanya, hingga memicu permasalahan yang melibatkan sejumlah pengacara dan Kementerian sosial.
“Mending open donasi buat Pak Tarno dibanding buat Agus,” komentar seorang warganet di unggahan video Pak Tarno.
“Mending didonasikan ke Pak Tarno, daripada ke Agus,” ujar warganet lain.
Baca Juga: Tinggalkan Anak yang Sedang Sakit, Penumpang Kapal Feri KMP Nekat Loncat di Selat Bali
Cukup banyak warganet yang mengusulkan untuk memberikan donasi ke Pak Tarno, karena dianggap dulu sang pesulap tersebut telah menghibur banyak orang.
“Daripada donasi buat Agus, mending buat Pak Tarno nggak sih? Karyanya banyak yang menghibur kita dulu waktu kecil,” saran warganet lain di kolom komentar.
Tidak hanya itu, beberapa warganet menyatakan rasa prihatin, sementara yang lain mendoakan agar Pak Tarno diberi kebahagiaan dan kesehatan.
“YaAllah sedih banget liat kondisi Pak Tarno sekarang, mana harus tetap jualan. Semoga Allah kasih jalan buat Pak Tarno, sehat-sehat ya pak, semangat, yang kuat ya pak,” imbuh salah satu akun warganet.
Ada juga yang mengenang masa ketika Pak Tarno masih menjadi penghibur utama di televisi Indonesia, hingga membangkitkan nostalgia para warganet lainnya.
Sebagai informasi, Pak Tarno atau Sutarno berasal dari Brebes, Jawa Tengah, pesulap ini telah lama menghibur masyarakat Indonesia.
Gaya Pak Tarno yang humoris, unik, dan kemampuannya dalam sulap, membuat publik mengaguminya.
Pak Tarno lahir pada 6 September 1950, ia sempat dikenal dengan julukan “Penyihir Desa”.
Julukan tersebut diberikan ke Pak Tarno karena ia sering melakukan sulap, menggunakan beberapa alat sederhana, seperti tali, kertas, bahkan sapu tangan.
Meskipun sulap yang dilakukannya terbilang sederhana, pertunjukan Pak Tarno mampu memukau penonton dengan berbagai trik kreatif dan gaya unik miliknya. YULI
Editor : Imron Arlado