JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebuah video memperlihatkan benda asing mirip dengan meteor, warga Yogyakarta khususnya di Malioboro. Kemunculan fenomena alam unik yang dikenal sebagai “Lintang Kemukus”.
Fenomena tersebut menjadi sorotan ketika seorang warga merekam cahaya bintang dengan jejak menyerupai asap di langit.
Di dalam video tersebut, memperlihatkan jelas cahaya terang yang melesat cepat melintasi Malioboro, dan meninggalkan jejak asap seperti pesawat jet.
Di dalam budaya Jawa, fenomena ini mengingatkan ini dengan bintang berasap.
Tidak sedikit warganet yang menghubungkan kemunculan fenomena ini dengan mitos kepercayaan tradisi Jawa.
Kemunculan Kemukus ini kerap dianggap sebagai pertanda akan muncul peristiwa besar atau pageblug atau istilah yang merujuk pada bencana atau wabah.
Meski, fenomena ini tidak hanya terjadi sekali melainkan sudah berkali-kali. Kepercayaan tentang Lintang Kemukus dianggap sebagai pertanda buruk bagi beberapa masyarakat.
Bahkan, sampai saat ini menambah nuansa mistisnya pada peristiwa langit ini.
Dan apakah lintang kemukus ini memiliki mitos yang benar-benar nyata apa hanya fenomena biasa?
Dilihat dari banyaknya komentar-komentar warganet yang sangat beragam, dan banyak juga yang berharap tahun depan tidak terjadi apa-apa.
lintang kemungkus, dulu waktu sebelum datang wabah corona, kampungku dilewati lintang kemungkus, smg thn dpn tdk terjadi apa2, Allah melindungi kita semua” ucap akun tiktok Warganet.
“lintang kemukus artinya kita semua akan selalu sehat,murah rezeki,dipermudah urusan dunia dan akhirat karena Allah” ucap Warganet.
Fenomena lintang kemukus di langit, meskipun sempat memicu perbincangan hangat di media sosial, menyimpan makna yang dalam dalam berbagai budaya.
Dari sudut pandang ilmiah, dijelaskan dengan cara yang lebih rasional, sementara dari sisi kepercayaan, lintang kemukus tetap dipandang sebagai pertanda atau isyarat tertentu di beberapa daerah.
Apakah itu membawa keberuntungan atau justru peringatan, kita dapat merenunginya sebagai bagian dari keindahan dan misteri alam semesta yang nggak ada habis-habisnya.
MAHESTI P
Editor : Imron Arlado