Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gempa Berkekuatan 7,3 Magnitudo Guncang Vunuatu, Gedung Hancur dan Ditemukan Korban Meninggal Dunia

Imron Arlado • Selasa, 17 Desember 2024 | 22:05 WIB
Gempa Berkekuatan 7,3 Magnitudo Guncang Vunuatu, Gedung Hancur dan Ditemukan Korban Meninggal Dunia
Gempa Berkekuatan 7,3 Magnitudo Guncang Vunuatu, Gedung Hancur dan Ditemukan Korban Meninggal Dunia

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gempa berkekuatan 7,3 SR telah mengguncang Vanuatu, Selasa (17/12).

Pusat gempa berada di sekitar 30 kilometer barat ibu kota Port Vila, pada kedalaman 43 kilometer.

Gempa ini menyebabkan kerusakan parah, termasuk hancurnya beberapa gedung diplomatik seperti Kedutaan Besar AS dan Prancis.

Saat ini, komunikasi masih terputus dan jumlah korban belum diketahui secara pasti. Pemerintah dan organisasi bantuan sedang berusaha menyelamatkan korban dan mengevakuasi area yang terdampak.

Gambar-gambar yang muncul dari kota tersebut menunjukkan bangunan-bangunan runtuh di sepanjang jalan utama dan tanah longsor di dermaga.

Peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan otoritas setempat telah dibatalkan.

Dikutip dari ABC, satu orang dilaporkan meninggal setelah gempa melanda 30 km sebelah barat kota pada pukul 12:47 siang AEDT.

Pusat Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa tersebut terjadi pada kedalaman 57 kilometer. Namun Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii melaporkan gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 km.

Sistem Peringatan Tsunami AS membatalkan peringatan tsunami awal untuk Vanuatu.

Bangunan-bangunan besar runtuh di Port Vila, listrik padam dan air terputus di sebagian besar ibu kota.

Dan McGarry, seorang jurnalis lokal, mengatakan gempa bumi itu adalah "guncangan frekuensi tinggi" yang berlangsung selama sekitar 30 detik.

McGarry mengatakan, seorang polisi telah mengonfirmasi satu korban meninggal dunia dan pusat penanganan korban massal sedang didirikan di luar bangsal gawat darurat Rumah Sakit Pusat Port Vila.

"Ada beberapa orang di sana, tiga orang yang saya lihat terluka parah, terbaring di brankar, banyak yang lainnya … berjalan dengan luka ringan," katanya seperti dikutip ABC.

"Ada bangunan yang runtuh di pusat kota, jadi saya cukup yakin jumlah korban akan bertambah."

Ia mengatakan juga terjadi tanah longsor yang luas di jalan yang menghubungkan dermaga Port Vila dengan kota tersebut.

Seorang saksi mata bernama Mark, dari Vanuatu Beverage Limited, menggambarkan melihat tanah longsor di dermaga Port Vila.

"Saat gempa terjadi, saya berdiri di samping truk saya dan saya merasakannya seperti ada yang melompat," katanya kepada lembaga penyiaran nasional Vanuatu, VBTC. ARA

Editor : Imron Arlado
#gempa bumi #listrik padam #gawat darurat #peringatan tsunami #tanah longsor #australia #Port Vila #vunuatu #amerika serikat #meninggal dunia