JPRM- Heboh curhatan seorang pegawai roti di kawasan Jakarta Timur berinisial D yang dianiaya oleh anak majikannya. Wanita ini menceritakan kronologi dirinya dianiaya bosnya saat di tempat kerja.
Semula, ia telah memancing amarah dari anak bosnya. Alasan dia menolak karena telah memerintahkan dia di luar tugasnya.
Anak bos itu tersebut memerintahkan karyawan wanita ini untuk mengambil pesanan makanan yang dipesan lewat ojek online.
“Pelaku menyuruh korban anterin ke kamar pelaku. Korban gak mau, karena bukan jobdesk dia sebagai kasir dan korban lagi ngerjain yang lain," tulis akun tersebut.
Karena permintaanya ditolak, ia murka dan melempar berbagai barang yang ada di sekitarnya sampai mengenai pelipisnya.
Baca Juga: Akun Belajar Id Akan Dihapus Kemendikbudristek, Ini Rincian dan Alasan Penghapusan
“Pelaku ngamuk dan serta ngelempar korban pake patung batu, meja, kursi, loyang, dll sampe pelipis berdarah, dan bagian tubuh yg lain memar2," .
Korban pernah mengaku, kalau ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya ia pernah dilempar dengan meja sampai dirundung secara verbal.
“Sebelumnya korban juga pernah disuruh pelaku, serta dikatain miskin! Semua keluarga korban dihina, lalu ia melempari meja tetapi tidak mengenai korban”. Ucapnya
Akhirnya, korban mengajukan resign namun ditahan oleh adik sang pelaku dan melakukan perjanjian untuk disepakati. Isi perjanjiannya, tidak akan menjalankan perintah di luar jobdesk.
Namun, perjanjian itu tidak dapat ditepati. Dan pelaku yang berlakangan diketauhui berinisial GD itu masih melakukan hal yang sama. Sehingga membuat sang korban melaporkan kasus ini ke kepolisian.
Kasus ini diakui oleh korban berhenti sejenak selama dua bulan sehingga memutuskan untuk diviralkan di media sosial.
Pelaku juga sebelumnya sempat sombong bahwa ia tidak takut dilaporkan ke pihak yang berwajib karena ia mengaku sudah kebal hukum.
"Pas yang pertama, pelaku bilang "org miskin kaya lo ga akan bisa masukin gue ke penjara, gue kebal hukum".
"Korban sudah lapor polisi, dan sudah 2 bulan ga ada kejelasan," tulisnya.
Walau luka memar hingga kepala yang robek menjadi bukti nyata, kini kasus ini seolah "membeku," tanpa ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang.
Hal ini memicu spekulasi adanya pengaruh kekuasaan atau keistimewaan yang melindungi pelaku.
“Apakah hukum hanya berlaku untuk mereka yang lemah?”. Salah satu komentar netizen.
Baca Juga: Beredar Foto Pengacara Senior Elza Syarief sedang Dirawat di Rumah Sakit, Ini Penyebabnya
Korban berharap perhatian publik dapat mendorong pihak berwenang untuk menindak secara cepat dan mendapatkan perlakuan yang adil.
Ini dapat menjadi peringatan bagi kita semua penting bahwa lingkungan kerja harus menjadi tempat yang nyaman bukan karena kekerasan dan penindasan bagi karyawan.
MAHESTI P
Editor : Imron Arlado