JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kabar mengagetkan muncul dari pengacara senior, Elza Syarief. Sejak dua hari terakhir, beredar foto ia sedang dirawat di ICCU Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia dikabarkan mengalami serangan jantung.
Menurut rekan sejawatnya, Farhat Abbas, pengembalian uang itu merupakan bentuk teror terhadap Elza Syarief hingga akhirnya membuat pengacara tersebut mengalami serangan jantung.
’’Akibat dari teror Andi Rifaldy dan MeMIles yang selama ini menyerang terus. Ini perbuatan keji," ucap Farhat Abbas dikutip dari YouTube, Minggu (15/12/2024).
Perlu diketahui, Elza Syarief, S.H., M.H., lahir pada tanggal 24 Juli 1957 di Jakarta, adalah seorang advokat, politikus, pengusaha, dan dosen yang sangat dihormati di Indonesia.
Elza adalah anak sulung dari tiga bersaudara dari keluarga Minangkabau. Ayahnya, Drs. Syarief Samsuddin, adalah seorang dosen ekonomi lulusan Universitas Indonesia, sedangkan ibunya, Hj. Betty Boerhanuddin, lahir di Palembang.
Elza menyelesaikan pendidikan dasar di SMA Xaverius Bandar Lampung pada tahun 1975. Ia melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Jayabaya dan meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1987.
Kemudian, Elza melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor di bidang Hukum Bisnis di Universitas Padjadjaran, dengan kedua gelarnya diperoleh dengan predikat cum laude.
Karier Elza Syarief di bidang hukum dimulai dengan bergabung pada Ikatan Warga Satya, komunitas mantan anggota CPM dan POM AD.
Ia juga sempat bekerja di firma hukum milik OC Kaligis sebelum mendirikan firma hukumnya sendiri, Elza Syarief & Partners, pada tahun 1991.
Elza dikenal sebagai advokat yang memiliki kepribadian simpatik, tenang, dan sabar, serta keahlian serta dedikasinya membuatnya dipercaya menangani banyak kasus besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Elza juga aktif di dunia pendidikan sebagai dosen tetap dan guru besar di berbagai universitas, termasuk Universitas Jayabaya, Universitas Tarumanagara, dan Universitas 17 Agustus.
Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan mendirikan organisasi Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (PERWIRA).
Di dunia politik, Elza Syarief pernah menjadi anggota Partai Hanura, Gerindra, dan Partai Berkarya. Saat ini, ia aktif sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penasihat dan Konsultan Hukum Indonesia (PERHAKHI) sejak tahun 2022.
Elza Syarief juga memiliki beberapa perusahaan, termasuk PT. GARD (Security), PT. Kebun Citra Nugraha (Perkebunan), dan PT. Agung Jaya Mandiri (Andesit). Kiprahnya yang luas dan berbagai kontribusi telah membuatnya menjadi sosok yang dihormati dan diapresiasi di berbagai bidang.
Editor : Imron Arlado