Berada di kawasan hutan tak menyurutkan Pemerintah Desa (Pemdes) Seloliman, Kecamatan Trawas untuk terus menggalakkan penghijauan.
Selain untuk mengurangi resiko bencana, program penanaman pohon yang digalakkan pemdes bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setiap tahun ini juga untuk menjaga kelestarian sumber air.
Kamis (5/12) lalu, program Mewlafor (mangrove, wetland and land agroforestry) dicanangkan sebagai aksi penanaman pohon serentak di lahan pertanian milik warga.
Tidak hanya pemerintah, LSM, pegiat lingkungan, hingga puluhan kelompok tani hutan juga diajak turut serta dalam program penghijauan berkelanjutan itu.
Sejumlah bibit pohon ditanam di ratusan hektare lahan hijau nonhutan. Sebagian besar adalah tanaman buah seperti apukat, durian, dan petai.
Termasuk bambu yang ditanam di cekungan serta bantaran sungai. ’’Program Mewlafor bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai tanda dimulainya penghijauan lahan tegalan,’’ ungkap Kades Seloliman, Rais.
Gerakan tanam pohon serentak ini ditujukan untuk mencegah banjir dan menambah ketersediaan air tanah. Program tersebut dicanangkan mulai tahun ini hingga 2026 nanti.
Dengan banyaknya tanaman pohon, maka air yang diserap oleh tanah semakin besar. Sehingga cadangan air yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Tentunya, juga dapat mengurangi resiko bencana, utamanya tanah longsor yang diakibatkan kurangnya serapan air. ’’Tentu saja untuk menghindari bencana. Kami berharap ada banyak elemen yang terlibat,’’ tandasnya. (far/ris)
Editor : Imron Arlado