KABUPATEN – Banjir luapan aliran Sipon Watudakan di Kecamatan Sooko menjadi atensi pemerintah pusat dan Pemprov Jatim.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono datang langsung ke Posko Bencana Banjir di Balai Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Sabtu (14/12).
Kedatangan mereka sekaligus untuk memastikan penanganan bencana banjir tahunan ini dilakukan dengan cepat dan tepat.
”Dalam penanganan bencana banjir ini tentunya berkolaborasi dengan semua pihak. TNI, Polri, relawan pemda hingga pemprov. Tinggal kita layani pengungsi ini dengan baik,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf di lokasi.
Mantan wali kota Pasuruan ini memastikan kebutuhan logistik bagi para korban banjir luapan aliran Sipon Watudakon terpenuhi. Baik bagi balita, lansia, maupun kaum hawa.
Logistik yang ada saat ini diperkirakan mencukupi kebutuhan para pengungsi hingga sepekan ke depan. ”Bantuan masih berlimpah. Baik dari pemda, pemprov, termasuk dari donatur masyarakat umum,” jelas Gus Ipul, sapaan karib Saifullah Yusuf.
Ada sejumlah paket bantuan yang dibagikan Kementerian Sosial (Kemensos) bagi para pengungsi. Mulai dari sembako, family kit, matras, hingga kebutuhan balita. Sebab, Kemensos, Dinsos Provinsi Jatim, dan Dinsos Kabupaten Mojokerto fokus pada pemenuhan logistik dan shelter.
”Tentuanya, sejumlah prosedur penanganan bencana kita lalui. Bantuan berupa santunan bisa kita salurkan jika ada (korban) yang wafat maupun terluka,” bebernya.
Dia menjelaskan, kondisi banjir saat ini berangsur surut. Kini tinggal Desa Tempuran dan Ngingasrembyong yang terdampak.
Dengan jumlah pengungsi sebelumnya tercatat sekitar 4 ribu jiwa kini berkurang menjadi 1.600 jiwa yang tersebar di 9 titik pengungisian. ”Tinggal nanti penanganan pasca bencananya seperti rehabilitasi (dan rekonstruksi),” tandas Gus Ipul.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menambahkan, pihaknya kini tengah fokus mengurai penyebab utama banjir.
Salah satunya, adanya sumbatan sampah pada Dam Sipon. Pengangkutan eceng gondok yang memenuhi aliran kali pun terus digeber.
”Perlu normalisasi dari ujung (hulu) dan debit airnya juga banyak. Sungainya juga mulai dangkal. Tadi (kemarin, Red) dari BBWS Brantas sudah kerahkan ekskavatornya untuk besama-sama menyelesaikan itu,” bebernya.
Di samping itu, pemprov tengah menyusun penanganan pasca bencana atau setelah banjir surut nanti. ”Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan datang ke sini hari Selasa. Kita akan susun rencana rekonstruksi pasca bencananya seperti apa untuk penanganan yang menyeluruh,” jelas Adhy.
Status tanggap darurat bencana selama 14 hari yang diterapkan pemda, lanjut dia, memungkinkan bagi pemerintah pusat dan provinsi mengintervensi dengan memberikan bantuan.
Sehingga penanggulangan benca hidrometeorologi dilakukan dengan tepat. ”Insya Allah untuk bantuan kedaruratan dan dasar, semuanya sudah terpenuhi. Bantuan hari ini (kemarin, Red) melimpah,” terangnya. (vad/ris)
Editor : Imron Arlado