JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pengunduran diri Gus Miftah dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada 6 Desember 2024 telah ramai dibicarakan.
Keputusan ini ia ambil setelah munculnya kontroversi tentang pernyataannya yang dianggap merendahkan seorang penjual es teh.
Presiden Prabowo juga mengapresiasi Gus Miftah dalam mengakui kesalahan dan berani mengambil tanggung jawab penuh atas tindakannya dengan mengundurkan diri.
Namun, pengunduran diri ini juga membuat publik berspekulasi tentang siapa yang akan mengisi posisi tersebut.
Netizen mulai mengusulkan sejumlah nama sebagai calon pengganti Gus Miftah. Dari berbagai kalangan, baik tokoh agama maupun pengamat politik, masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri dalam menjalankan peran penting ini.
Berikut nama-nama yang diisukan akan menggantikan Gus Miftah dan menempati posisi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan:
- Rocky Gerung
Seorang filsuf dan pengamat politik yang memiliki pemikiran kritis yang mendalam. Rocky juga dikenal karena kemampuannya dalam membangun kerukunan antar umat beragama dengan cara yang cerdas dan inklusif.
Rocky Gerung adalah seorang lulusan Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia. Ia dikenal pernah terlibat dalam kontroversi setelah menyatakan bahwa kitab suci adalah fiksi dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta pada 10 April 2018.
Baca Juga: Profil Ustaz Adi Hidayat, Ulama yang Digadang Jadi Pengganti Gus Miftah
- Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Dalam dunia dakwah, Ustaz Adi Hidayat muncul sebagai tokoh yang menarik perhatian. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah periode 2022-2027. Ia juga aktif dalam kegiatan dakwah dan berperan sebagai narasumber di bidang keagamaan.
Selain itu, Ustaz Adi Hidayat mendirikan sebuah pusat kajian Islam yaitu Quantum Akhyar Institute, dan terlibat dalam penulisan beberapa karya dalam Bahasa Arab. Ia dianggap sebagai kandidat yang tepat untuk menggantikan Gus Miftah.
- Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut
Mantan Menteri Agama dalam Kabinet Indonesia Maju ini juga diusulkan untuk menggantikan Gus Miftah. Sebagai Ketua Umum GP Ansor, ia adalah sosok yang dapat merangkul berbagai lapisan masyarakat.
- Alissa Wahid
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, putri sulung dari Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dinilai pantas untuk mengisi posisi Gus Miftah yang baru saja mengundurkan diri. Ia dikenal sangat aktif dalam kegiatan sosial, seperti turut berpartisipasi dalam proyek yang diusung oleh Indonesia Planned Parenthood Association.
Wanita yang lahir di Jombang 51 tahun yang lalu ini juga menjabat sebagai Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia tahun 2010.
- Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha
Gus Baha dikenal sebagai seorang penceramah yang mampu merangkul berbagai kalangan. Pria yang berasal dari Rembang ini juga merupakan seorang ulama yang ahli dalam bidang tafsir.
Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Tim Lajnah Mushaf di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Karakteristiknya yang sederhana dan kemampuannya untuk merangkul semua lapisan masyarakat menjadikannya sosok yang dianggap tepat untuk menggantikan Gus Miftah.
- Anies Baswedan
Salah satu nama yang diusulkan sebagai pengganti Gus Miftah adalah mantan Calon Presiden pada Pilpres 2024. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Menteri Pendidikan, dan Rektor Universitas Paramadina.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Masuk dalam Daftar pengganti Gus Miftah, Berikut Gaji Utusan Presiden
- Permadi Arya
Pria yang dikenal dengan sebutan Abu Janda ini adalah seorang aktivis sosial yang pernah menempuh pendidikan di Singapura dan Inggris.
Ia terlibat dalam berbagai kontroversi, mulai dari pernyataannya yang menyebut ‘Islam adalah agama arogan’, hingga menyatakan bahwa bendera teroris bukanlah panji nabi. Selain itu, ia juga menganggap Aksi Bela Tauhid sebagai tindakan politik yang terselubung melalui platform media sosial. VILLA
Editor : Imron Arlado