Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Banjir Bandang Setinggi 1,5 Meter Melanda Sukabumi, 6 Unit Mobil  Hanyut Terbawa Arus

Imron Arlado • Kamis, 5 Desember 2024 | 01:51 WIB

Peristiwa banjir bandang di Sukabumi hingga menyebabkan 6 mobil terbawa arus.
Peristiwa banjir bandang di Sukabumi hingga menyebabkan 6 mobil terbawa arus.
 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Banjir bandang melanda Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (04/12). Bencana ini mengakibatkan banyak rumah penduduk terendam air dan enam unit mobil hanyut terbawa arus.

Banjir bandang ini disebabkan oleh meluapnya air dari Sungai Cikaso yang tidak dapat menampung intensitas hujan yang tinggi. Hujan lebat yang terjadi sepanjang hari mengakibatkan ketinggian air mencapai 80-90 centimeter di beberapa tempat.

Dalam sebuah video berdurasi 20 detik yang viral di media sosial, terlihat enam mobil, termasuk unit minibus, terbalik dan terseret arus deras air banjir.

Tak mampu menahan derasnya arus, kendaraan-kendaraan yang terparkir di lokasi itu satu per satu terbawa arus banjir, hingga akhirnya lenyap dari pandangan. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten.

Seorang warga bernama Deni, 35 mengungkapkan bahwa ia menyaksikan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa air banjir muncul secara tiba-tiba akibat luapan sungai yang menghantam mobil yang sedang diparkir.

"Air datang tiba-tiba sangat deras, mobil-mobil itu awalnya parkir di tempat yang aman, tapi arusnya terlalu kuat hingga hanyut terbawa banjir," ujar Deni.

Daeng Sutisna, Pusdalop BPBD Kabupaten Sukabumi juga telah mengkonfirmasi peristiwa tersebut.

"Ini adalah salah satu wilayah rawan banjir di Kabupaten Sukabumi. Beruntung tidak ada korban jiwa meskipun kerugian material cukup besar," ungkap Daeng.

Tak hanya itu, peristiwa yang sama juga terjadi pada sebuah mobil yang nekat menyebrangi jalan yang diterjang banjir di perbatasan Sagaranten-Pabuaran.

 Mobil tersebut langsung terguling setelah terseret banjir. Beruntungnya, peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.

Banjir yang terjadi di Sagaranten ini menjadi pengingat akan potensi bencana di daerah-daerah yang rawan, terutama pada musim hujan.

Kini pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi telah bekerja sama dengan aparat setempat, warga, dan relawan untuk mendata kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut.

Mereka juga memastikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir serta melakukan langkah-langkah pemulihan dengan segera.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengungkapkan bahwa seluruh aparat pemerintahan, baik di tingkat kecamatan maupun desa, tengah melakukan pemantauan di wilayah masing-masing untuk memastikan dampak dari hujan yang telah turun selama beberapa hari terakhir.

"Ini para camat lagi monitor di lapangan, dan hingga saat ini hujan belum reda," ucap Ade melalui pesan WhatsApp. VILLA

Editor : Imron Arlado
#badan penanggulangan bencana daerah #Sagaranten #banjir bandang #kabupaten sukabumi #longsor #mobil hanyut #bpbd