Peristiwa berujung maut ini terjadi sekitar pukul 12.00.
Ketika itu, MIK bersama dua temannya berenang di sekitar jembatan Afvoer Jombok Desa Tempuran, Kecamatan Sooko.
Saat sedang bermain air, mendadak korban terseret arus.
Kedua teman MIK lantas meminta pertolongan warga sehingga segera dilakukan pencarian.
"Korban ketemu dan kita angkat sekitar pukul 13.30 di sini. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari titik tenggelam," ujar Suryadi, warga setempat.
MIK ditemukan setelah sekitar satu jam lamanya tergulung arus sungai.
Menurutnya, korban sempat muncul tenggelam dari permukaan air saat warga dan petugas gabungan menyusuri sungai.
"Sampai akhirnya bisa kita temukan di kangkung-kangkung itu," jelas warga Desa Ngingasrembyong ini.
Kali pertama ditemukan, korban hanya memakai celana dalam. Nahas, saat dievakuasi nyawa MIK sudah tidak tertolong.
"Kondisinya sudah meninggal. Sempat dikasih pertolongan (pertama) tapi sudah tidak bernapas," tandas Suryadi.
Kapolsek Sooko AKP Suwarso menyebut, korban tewas akibat tenggelam saat berenang bersama kedua temannya di wilayah Desa Tempuran.
"Korban ini bluron. Waktu berdiri di atas batu, dia terpeleset dan tenggelam. Korban yang nggak bisa berenang akhirnya terseret arus," ungkapnya, terpisah.
Bersama tim medis Puskesmas Sooko dan Tim Inafis, pemeriksaan luar jasad korban dilakukan di rumah duka. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kekerasan pada MIK.
Usai membuat pernyataan, jasad korban diserahkan ke keluarga untuk segera dimakamkan. "Korban meninggal murni karena tenggelam," tukas kapolsek. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah