Jawa Pos Radar Mojokerto - Sebuah kepercayaan kuno masyarakat tentang berhasilnya memberhentikan kebiasaan mengompol pada anak dengan membiarkan gigitan capung yang diletakkan di pusar masih banyak dipercaya hingga saat ini.
Di era modernisasi ini, apakah kepercayaan tersebut bisa dibenarkan tentang keberhasilannya?
Faktanya, Rosichin Ubaidillah seorang peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membantah tentang hal itu. Ia menyatakan bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka. "Itu mitos. Hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya," jelasnya.
Kebiasaan mengompol anak memang mengkhawatirkan orang tua, terlebih jika anak sudah mulai beranjak remaja. Pasalnya, masih banyak anak remaja yang mengompol saat tertidur pulas.
Membiarkan pusar anak tergigit oleh capung dapat menyebabkan luka pada pusar anak dan justru memicu terjadinya penyaluran penyakit masuk ke dalam tubuh melalui pusar.
Luka akibat gigitan capung tidak hanya dapat melukai pusar anak, namun juga dapat menyebabkan trauma pada anak terhadap serangga, terutama capung. Sehingga anak akan tumbuh dengan phobianya.
Lalu, bagaimanakah cara mengatasi mengompol pada anak? Untuk mengatasi masalah mengompol pada anak, lakukanlah lima hal ini:
- Membiasakan anak untuk selalu buang air kecil sebelum tidur.
- Membatasi asupan air minum pada anak sebelum tidur.
- Melatih anak untuk menahan kencing beberapa saat.
- Jika anak berusia enam tahun atau lebih, baiknya orang tua menjalankan pengobatan pada anak yang dikonsultasikan pada dokter. Pengobatan ini ditujukan untuk mengurangi produksi urine pada anak.
- Beri apresiasi pada anak jika ia berhasil tidak mengompol secara terus menerus.
Hasina Aldhea
Editor : Imron Arlado