Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Banyak Peserta Pilkada Terafiliasi Dinasti Politik! ICW Keluarkan Fitur Cek Rekam Jejak Kandidat Pilkada 2024, Simak Detailnya!

Imron Arlado • Rabu, 27 November 2024 | 03:52 WIB
Banyak Peserta Pilkada Terafiliasi Dinasti Politik! ICW Keluarkan Fitur Cek Rekam Jejak Kandidat Pilkada 2024, Simak Detailnya!
Banyak Peserta Pilkada Terafiliasi Dinasti Politik! ICW Keluarkan Fitur Cek Rekam Jejak Kandidat Pilkada 2024, Simak Detailnya!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Indonesia Corruption Watch (ICW) baru saja menambahkan fitur baru di halaman situs rekamjejak.net. Hal itu dilakukan menjelang pilkada serentak yang digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Pengguna situs ICW yang telah dikembangkan sejak 2015 tersebut, kini diupgrade menjadi saluran yang dapat memeriksa rekam jejak kandidat di pilkada 2024.

Secara khusus ICW digunakan untuk mencatat rekam jejak para kandidat yang memiliki hubungan dengan dinasti politik, maupun kasus korupsi dalam kanal tersebut.

“ICW tengah menambahkan informasi baru pada situs rekamjejak.net, yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai afiliasi para kandidat yang mencakup dinasti politik dan keterlibatan dalam kasus korupsi,” Ujar Yassar Aulia, selaku peneliti ICW.

Ungkapan tersebut  dijelaskan Yassar Aulia melalui pesan singkat, pada Selasa, 26 November 2024 lalu.

Yassar Aulia selaku peneliti ICW, membeberkan bahwa saat ini lembaganya telah mencatat ada 26,8 persen kandidat Pilkada 2024 yang terafiliasi dengan dinasti politik.

ICW mengidentifikasi, ada sekitar 70 kandidat Pilkada yang terafiliasi dinasti politik karena adanya hubungan orang tua-anak. Pola tersebut menjadi suatu hal yang paling sering ditemui.

Kemudian, ada 40 kandidat yang terafiliasi antara hubungan suami dan istri. Sementara 24 kandidat memiliki hubungan kakak beradik.

Untuk mencari tahu rekam jejak para kandidat kepala daerah yang maju di Pilkada 2024, bisa dilihat melalui saluran rekamjejak.net, pengguna dapat mengklik elemen “Pilkada 2024” yang terletak di menu utama.

Elemen tersebut akan menggiring pengguna ke halaman penelusuran kandidat pilkada 2024. Dalam situs itu, nanti akan tercantum data para kandidat dari 37 provinsi, dan 89 kota/kabupaten yang ada di Indonesia.

Dengan begitu, pengguna dapat menemukan berbagai informasi mengenai profil setiap kandidat pilkada 2024. Dalam profil tersebut tercantumkan informasi pribadi yang mencakup nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, rekam jejak pekerjaan, beserta sektor pekerjaan.

Selain itu, ICW juga akan menampilkan daerah pencalonan, informasi kekayaan, partai politik yang mendukung, informasi keterlibatan bisnis, dinasti politik, afiliasi dengan Pj kepala daerah, dan beberapa informasi yang berkaitan dengan kasus korupsi.

 

Menurut Yassar Aulia data yang ada di halaman tersebut merupakan hasil kolaborasi dari tim rekamjejak, dna kontribusi pengguna yang diakses dari sumber terbuka (open source).

Tak hanya itu, ICW juga menambahkan opsi “usulkan informasi tambahan” dalam halaman saluran rekamjejak.net. Hal itu dilakukan agar selalu dapat memperbarui data para kandidat pilkada 2024.

Elemen tersebut akan mengarahkan pengguna untuk mengirim beberapa informasi mengenai kandidat yang telah mereka ketahui, ke ICW melalui surel.

“Beri kami usulan, tambahan, atau masukan terhadap informasi yang ada, jika terdapat suatu hal yang kurang tepat,” ungkapan yang tertulis di halaman rekamjejak.net.

Pihak ICW menyampaikan bahwa data utama yang terhimpun dalam situs tersebut akan tetap dikelola oleh ICW, dan volunteer data. Hanya mereka yang bisa menginput data tersebut.

ICW akan melakukan verifikasi terhadap berbagai usulan yang masuk dari pengguna. “Jadi hanya kami yang bisa input dan editing langsung,” ujar Yassar Aulia.       YULI

 

 

Editor : Imron Arlado
#kasus korupsi #rekamjejak #Kandidat Pilkada #dinasti politik #pilkada 2024 #indonesia corruption watch #icw