JPRM - Dinosaurus, makhluk prasejarah yang telah punah jutaan tahun yang lalu sering kali menjadi topik obrolan banyak orang.
Doktrin-doktrin dinosaurus telah punah sekitar 66 juta tahun yang lalu, memicu rasa penasaran banyak orang apakah kehadiran mereka benar adanya atau bahkan keberadaan mereka masih ada hingga zaman sekarang.
Kita semua pasti tak asing dengan pernyataan ‘ayam adalah evolusi dari dinosaurus’. Nyatanya, pertanyaan tersebut bukanlah sebuah bualan. Mengapa bisa terjadi?
Dari studi phylogenetics kita dapat mengetahui bahwa dinosaurus terbagi menjadi beberapa jenis.
Phylogenetics sendiri adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari mengenai relasi evolusi antar organisme yang menyangkut sejarah evolusinya.
Baca Juga: Proses Cerai dari Baim Wong, Paula Verhoeven Singgung Taruhan Nyawa Ketika Melahirkan
Dinosaurus aves masuk ke avialae yang masih berkeluarga dengan maniraptoran. Burung-burung di sekitar kita misalnya ayam, bebek, angsa, dan pinguin ternyata masih berkerabat dengan raptor, velociraptor.
Penemuan bahwa burung merupakan dinosaurus bermula sejak kecurigaan para paleontolog yang menemukan fosil Archaeopteryx pada tahun 1861.
Dan kecurigaan tersebut terbukti melalui studi berjenjang science sampai abad dua satu yang menyatakan bahwa burung-burung merupakan dinosaurus melalui phylogenetics.
Dan pernyataan bahwa dinosaurus yang punah 66 juta tahun yang lalu juga merupakan sebuah kebenaran, namun hanya dinosaurus non avian.
Kita juga pasti sering mendengar pernyataan bahwa minyak bumi berasal dari dinosaurus.
Hal tersebut adalah salah besar. Minyak bumi bukan berasal dari dinosaurus, tapi berasal dari plankton jutaan tahun sebelum dinosaurus, dan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat terbarui.
Dari studi phylogenetics, kita dapat melihat betapa menariknya sejarah evolusi dinosaurus, yang terbagi menjadi berbagai kelompok berdasarkan hubungan kekerabatan mereka.
Penemuan bahwa burung, termasuk ayam, bebek, angsa, dan pinguin, masih berkerabat dekat dengan dinosaurus theropoda seperti Velociraptor, membuka wawasan baru tentang bagaimana kehidupan di bumi terus berkembang. Nur Aini