JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernahkah kamu menertawakan suatu kejadian yang lucu?.
Semua orang di dunia ini pasti pernah tertawa. Dari tertawa simpul hingga tertawa terbahak-bahak yang menyebabkan kram pada bagian perut atau sampai mengompol.
Pada beberapa penelitian menyebutkan, bahwa tertawa dapat memperbaiki mood yang jelek dan dapat mengurangi stress.
Namun, tahukah kamu bahwa tertawa secara berlebihan dapat menyebabkan kematian?
Alex Mitchell, seorang pria asal King's Lynn, Norfolk, Inggris mengalami insiden yang mengerikan. Pada 24 Maret tahun 1975 silam, Alex Mitchell menonton sebuah serial komedi yang saat itu menayangkan episode "Kung Fu Kapers" di televisi yang menyebabkan ia tidak berhenti tertawa terbahak-bahak selama 30 menit.
Akibatnya, ia meninggal dunia akibat tidak berhenti tertawa selama 30 menit.
Menurut istrinya (Nessie) yang menjadi saksi mata, Mitchell saat sedang tertawa tiba-tiba merosot dari sofa lalu meninggal dunia.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Setelah diselidiki selama 35 tahun pasca kejadian, meninggalnya Mitchell akibat tertawa berlebihan disebabkan oleh Long QT Syndrome (LQTS). Saat itu, cucu perempuan dari Alex Mitchell, yakni Lisa Corke mengalami serangan jantung fatal pada usia 23 tahun.
Beruntungnya, Corke bisa diselamatkan karena tindakan CPR. Lalu, dokter menghubungkan kedua kejadian tersebut dan menyatakan bahwa Corke memiliki penyakit keturunan yakni sindrom long QT.
Apa itu sindrom long QT?
Sindrom long QT merupakan sebuah gangguan irama jantung yang menyebabkan ritme detak jantung menjadi cepat dan kacau. Detak jantung yang tidak teratur inilah yang akhirnya bisa mengancam jiwa.
Selain itu, tertawa berlebihan dapat menyebabkan kematian karena pecahnya Aneurisma otak (pembuluh darah pada otak), serangan asma dan sesak napas. Hasina Aldhea
Editor : Imron Arlado