Jawa Pos Radar Mojokerto - Banyak orang yang mengira bahwa kotoran pusar tidak boleh dibersihkan karena dapat menimbulkan sakit perut. Kasus ini pun mendapat tanggapan yang cukup kontroversi.
Lalu, benarkah kotoran di pusar tidak boleh dibersihkan? Kulit pada pusar sama dengan kulit bagian tubuh lainnya. Kemungkinan pada pusar juga mengandung sebum, bakteri dan sel kulit mati sama seperti bagian kulit tubuh lainnya.
Melansir dari jurnal PLOS One, terdapat sekitar 2.368 bakteri berbeda yang hidup pada pusar. Dan jika terjadi penumpukan bakteri akibat tidak dibersihkan, maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Dalam dunia medis, kotoran pada pusar justru disarankan untuk dibersihkan. Namun secara dasar, manusia tidak diperbolehkan membersihkan secara aktif. Artinya, membersihkan pusar harus dilakukan secara hati-hati dan jangan sampai mengikis kulit hingga mengalami infeksi atau bahkan sampai berdarah.
Adapun cara membersihkan kotoran pusar adalah sebagai berikut:
- Menggunakan Air dan Sabun
Mulailah membersihkan pusar ketika mandi, yakni dengan menggunakan air dan sabun. Gosoklah secara perlahan hingga sel kulit mati dan kotoran pada pusar terangkat.
- Menggunakan Waslap
Membersihkan kotoran pusar dapat dibersihkan dengan waslap agar lebih aman. Namun bisa juga menggunakan jari dengan tetap memperhatikan kehati-hatian.
- Air Hangat
Membersihkan kotoran pada pusar sebaiknya dibilas dengan menggunakan air hangat untuk menimalisir iritasi yang terjadi.
- Pastikan Benar-Benar Kering
Setelah mebersihkan kotoran pusar, pastikan keadaannya benar-benar kering setelah memastikan semua kotoran telah dikeluarkan.
- Pemberian Alkohol
Setelah memastikan semuanya dalam keadaan kering, usaplah pusar menggunakan kapas yang telah dicelupkan alkohol, dan pastikan area tersebut tetap kering setelahnya.
Jika pusar terlanjur iritasi, sebaiknya tutupi pusar dengan perban agar menimalisir masuknya bakteri yang dapat memperburuk iritasi. Hasina Aldhea
Editor : Imron Arlado