Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Benarkah Pusar Tidak Boleh Dibersihkan Agar Tak Sakit Perut? Ini Faktanya

Imron Arlado • Kamis, 14 November 2024 | 00:46 WIB
Terdapat sekitar 2.368 bakteri berbeda yang hidup pada pusar
Terdapat sekitar 2.368 bakteri berbeda yang hidup pada pusar

Jawa Pos Radar Mojokerto - Banyak orang yang mengira bahwa kotoran pusar tidak boleh dibersihkan karena dapat menimbulkan sakit perut. Kasus ini pun mendapat tanggapan yang cukup kontroversi.

Lalu, benarkah kotoran di pusar tidak boleh dibersihkan? Kulit pada pusar sama dengan kulit bagian tubuh lainnya. Kemungkinan pada pusar juga mengandung sebum, bakteri dan sel kulit mati sama seperti bagian kulit tubuh lainnya.

Melansir dari jurnal PLOS One, terdapat sekitar 2.368 bakteri berbeda yang hidup pada pusar. Dan jika terjadi penumpukan bakteri akibat tidak dibersihkan, maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Dalam dunia medis, kotoran pada pusar justru disarankan untuk dibersihkan. Namun secara dasar, manusia tidak diperbolehkan membersihkan secara aktif. Artinya, membersihkan pusar harus dilakukan secara hati-hati dan jangan sampai mengikis kulit hingga mengalami infeksi atau bahkan sampai berdarah.

Adapun cara membersihkan kotoran pusar adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan Air dan Sabun

Mulailah membersihkan pusar ketika mandi, yakni dengan menggunakan air dan sabun. Gosoklah secara perlahan hingga sel kulit mati dan kotoran pada pusar terangkat.

  1. Menggunakan Waslap

Membersihkan kotoran pusar dapat dibersihkan dengan waslap agar lebih aman.  Namun bisa juga menggunakan jari dengan tetap memperhatikan kehati-hatian.

  1. Air Hangat

Membersihkan kotoran pada pusar sebaiknya dibilas dengan menggunakan air hangat untuk menimalisir iritasi yang terjadi.

  1. Pastikan Benar-Benar Kering

Setelah mebersihkan kotoran pusar, pastikan keadaannya benar-benar kering setelah memastikan semua kotoran telah dikeluarkan.

  1. Pemberian Alkohol

Setelah memastikan semuanya dalam keadaan kering, usaplah pusar menggunakan kapas yang telah dicelupkan alkohol, dan pastikan area tersebut tetap kering setelahnya.

Jika pusar terlanjur iritasi, sebaiknya tutupi pusar dengan perban agar menimalisir masuknya bakteri yang dapat memperburuk iritasi. Hasina Aldhea

Editor : Imron Arlado
#dunia medis #sakit perut #kotoran pusar #air dan sabun #air hangat #bakteri