JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bencana alam gempa bumi mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat hari ini, Rabu (13/11) sekitar pukul 08.41 WIB.
Gempa dengan kekuatan 5,2 magnitudo ini sebelumnya sempat dilaporkan berkekuatan 5,4 magnitudo.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan bahwa pusat gempa berada di laut pada koordinat 8.47 Lintang Selatan, 107.81 Bujur Timur atau tepatnya berada sekitar 114 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 27 kilometer.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi tergolong dalam gempa sedang. Hal ini diakibatkan oleh deformasi batuan di dalam lempeng Indo-Australia atau Intraslab.
Menurut hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik.
Teguh juga mengatakan hingga pukul 09.10 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan tanda-tanda adanya aktivitas gempa susulan. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Pangandaran ini juga dirasakan oleh beberapa wilayah sekitarnya.
Wilayah Garut, Cianjur, Ciwidey, dan Tasikmalaya merasakan getaran gempa dengan skala intensitas III MMI yaitu getaran terasa hingga dalam rumah seakan-akan truk sedang melintas.
Sedangkan wilayah Bandung Barat dan Cimahi merasakan getaran gempa dengan skala intensitas II MMI yang artinya getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang.
Terlihat gelombang laut dan angin di Pantai Timur Pangandaran tampak tenang, hanya saja cuacanya cukup panas.
Meski sempat diguncang gempa, para nelayan tetap beraktivitas menjaring ikan sepanjang bibir pantai, bahkan ada yang berlayar lebih jauh ke tengah laut dengan perahu.
Selain nelayan, pedagang kaki lima di sektor pariwisata juga tetap berjualan di kawasan wisata Pantai Pangandaran.
Para pedagang mengaku tidak terlalu merasakan getaran gempa, sehingga mereka berani untuk tetap membuka lapak jualannya dan berharap tidak adanya gempa susulan. VILLA
Editor : Imron Arlado