JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya gempa megathrust di wilayah Sulawesi Utara.
Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi yang sangat kuat dan merusak, terjadi di zona subduksi di mana dua lempeng tektonik bertemu dan satu lempeng menyelusup di bawah lempeng lainnya.
BMKG menyebutkan, Sulawesi Utara memiliki beberapa zona subduksi aktif, termasuk Zona Subduksi Minahasa dan Palung Sulawesi.
Potensi gempa megathrust di wilayah ini bisa mencapai magnitudo lebih dari 8,5 pada skala Richter, yang dapat menyebabkan kerusakan besar dan tsunami.
Masyarakat di Sulawesi Utara dianjurkan untuk selalu waspada dan siap menghadapi potensi bencana ini.
Pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika lempeng tektonik dan potensi gempa megathrust sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di wilayah rawan gempa.
Di Pulau Sulawesi, kerak samudra yang tertumbuk berada di posisi tegak lurus, berbeda dari pulau Jawa dan pulau Sumatra.
“Di pulau Sulawesi punya karakteristik yang berbeda, kerak samuderanya bentuknya tegak, tidak seperti di pulau Jawa yang landai. Dampaknya potensi megathrustnya lebih kecil,” ucap pihak ahli Geologi, Dr. Joko Wahyudiono, S.T, M.T.
Mengutip Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, Sulawesi terdiri dari tatanan geologi aktif bergerak dengan kecepatan pergeseran yang berbeda-beda.
Ada beberapa sesar aktif yaitu, Sesar Gorontalo, Sesar Sorong, Sesar Palukoro dan Sesar Matano.
Sedangkan megathrust yang berlokasi dekat kepulauan daerah timur Indonesia dan Filipina, mengalami fenomena yang dinamakan dengan double subduction (subduksi dobel) dimana dua megathrust ditindih dua kerak benua sekaligus.
Terbaru, gempa bumi terjadi di wilayah Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada Selasa, 12 November 2024 pagi.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 08.23 WIB atau 09.23 WITA dengan kekuatan magnitudo 4,6 SR.
Pusat gempa berada di laut sekitar 97 kilometer barat laut Pulau Karatung dengan kedalaman 21 kilometer.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati saat gempa terjadi. Mereka juga diharapkan untuk mengikuti protokol keamanan seperti mencari tempat yang aman untuk berlindung dan menghindari struktur bangunan yang tidak aman.
Editor : Imron Arlado