Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penyakit Menular dari Seksual? Berikut Cara Pencegahan HIV/AIDS

Imron Arlado • Selasa, 12 November 2024 | 00:51 WIB
HIV/AIDS bisa terlihat dari berbagai tanda secara fisik.
HIV/AIDS bisa terlihat dari berbagai tanda secara fisik.

JPRM - Lidah Anda penuh dengan bercak putih? Kesehatan area mulut, lidah, gigi, bisa dikatakan rentan terhadap infeksi. Meskipun itu infeksi jamur atau bakteri. Lidah berjamur bisa mengakibatkan gangguan pada indera pengecap.

Bila penyakit ini tidak segera ditangani dengan cepat, hingga menyebar di seluruh lidah dan turun ke tenggorokan. Bisa menderita herpes mulut, kuntil kulit, sampai terinfeksi virus HIV.

HIV biasanya menyerang sistem imun tubuh. Bila imun tubuh kita lemah maka kita akan mudah terinfeksi oleh virus HIV ini.

Dari data Badan Kesehatan Dunia (WHO), orang yang mengidap HIV ini sekitar 40-50 persen memiliki infeksi mulut.

Penyebab HIV/AIDS

Penyakit HIV biasanya baru terasa setelah 2-4 minggu. Umumnya untuk tes HIV diperlukan waktu 3 bulan (90 hari) setelah risiko ini terjadi. Faktor HIV antara lain:

  1. Hubungan seksual berisiko (seks bebas tanpa pengaman – kondom).
  2. Pemakaian jarum suntik bergantian, seperti jarum suntik narkoba.
  3. Menjalani transfusi darah. Seperti melakukan donor darah tanpa pengecekan dari tim PMI.
  4. Infeksi menular seksual (IMS) Seperti Gonore, Sifilis, Human papillomavirus (HPV), Chlamydia, dll.

Perilaku seksual yang tidak aman adalah gonore, sifilis, kutil kelamin, moluskum kontagiosum, klamidia, kutu kelamin, herpes genital, chancroid. Penyakit yang berbeda ini dikategorikan secara medis sebagai IMS (infeksi menular seksual).

Infeksi virus HIV bisa melemahkan sistem imun tubuh, akibatnya pasien akan mudah terkena infeksi. Paling sering adalah infeksi di bagian mulut yang disebabkan oleh jamur.

Infeksi ini membuat lidah pasien ditutupi bercak putih atau yang dikenal dengan jamur. Bercak putih ini kemudian bisa mengganggu indera pengecap pasien. Contohnya menjadi susah merasakan mana makanan, asin, manis, atau pahit.

HIV bisa menurunkan daya tahan tubuh pasien, dan membuatnya mudah mengalami infeksi.

Salah satunya infeksi di saluran pencernaan seperti usus. Akibatnya penyerapan nutrisi susah dilakukan oleh tubuh dan pasien kehilangan berat badan secara  drastis.

Jika sudah di tahap ini, dimana infeksi virus HIV sudah semakin memburuk. Pasien lebih mudah mengalami infeksi yang serius, salah satunya mengalami herpes zoster atau cacar ular.

Yaitu penyakit yang ditandai dengan timbulnya bintil yang berisi air dan disertai nyeri pada salah satu sisi tubuh.

Biasanya gejala awal dari HIV adalah demam sampai menggigil. Demam sendiri terjadi sebagai tanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan infeksi virus HIV.

Munculnya ruam pada kulit sekitar dua bulan pertama setelah terinfeksi virus HIV. Munculnya infeksi sekunder kulit akibat daya tahan tubuh yang begitu menurun.

Masalah ini biasanya terjadi pada pencernaan.

Infeksi ini akut juga menimbulkan nyeri otot atau sendi, biasanya pasien akan mengalami pegal-pegal pada tubuhnya.

Kelenjar getah bening ini bertugas memproduksi sel-sel imun tubuh untuk melawan infeksi. Saat terserang HIV, kelenjar getah bening akan bekerja keras mengeluarkan sel imun tubuh untuk melawan virus HIV.

Yang mengakibatkan kelenjar getah bening, terutama di bagian leher akan membengkak dan meradang.

 

Cara Pencegahan

MAHESTI P

Editor : Imron Arlado
#Badan Kesehatan Dunia #penyakit menular #kesehatan fisik #bercak putih #hiv/aids