JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perusahaan yang mengelola restoran waralaba KFC Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), mengalami kerugian sebesar Rp 557,08 miliar hingga kuartal III-2024.
Kerugian KFC Indonesia tercatat dalam laporan keuangan konsolidan yang dirilis per 30 September 2024 yang diunggah melalui situs Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kerugian ini meningkat secara signifikan sebesar 266,59% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dimana perusahaan mengalami kerugian sebesar 152,41 miliar.
Kerugian yang dialami sepanjang 2024 ini semakin memperpanjang daftar kerugian yang telah diderita perusahaan selama empat tahun terakhir.
Hal ini menunjukkan bahwa KFC Indonesia tidak pernah mencatat keuntungan sejak 2020, atau bahkan jauh sebelum munculnya kampanye boikot imbas dari serangan Israel terhadap Palestina.
Situasi ini memaksa KFC untuk menutup 47 gerai dari total 762 gerai dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2.274 karyawan.
Sejarah KFC di Indonesia
Mendiang Dick Gelael merupakan sosok yang berperan penting dalam pendirian KFC di Indonesia.
Pada 1978, ia berhasil memperoleh hak lisensi waralaba KFC dari Amerika Serikat dengan membeli izin pemegang merek tunggal KFC untuk dibawa ke Indonesia.
Setahun kemudian, tepatnya 1979, restoran pertama dibuka di Jalan Melawai, Jakarta Selatan. Antusiasme masyarakat terhadap produk ayam goreng tersebut sangat tinggi.
Perusahaan kemudian membuka gerai lain di Jakarta dan berekspansi ke beberapa kota besar lain di Indonesia seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado.
Pada 1990, Salim Grup memasuki KFC Indonesia dengan membeli sebagian sahamnya. Selain itu, perusahaan juga mengambil langkah untuk mencatatkan sahamnya di bursa efek pada 1993.
Perjalanan kesuksesan KFC selanjutnya berada di bawah kepemimpinan Ricardo Gelael yang merupakan anak dari Dick Gelael.
Dengan keahlian profesionalnya, Ricardo mengubah KFC menjadi restoran keluarga. Dia menjadikan waralaba ini sebagai tempat berkumpul yang digemari oleh anak muda.
Pemilik KFC Indonesia
Menurut Annual Report FAST 2023, PT Gelael Pratama yang dimiliki oleh keluarga konglomerat Gelael, saat ini adalah pemegang saham terbesar FAST dengan 39,84 persen saham.
Melalui KFC, Ricardo Gelael berhasil meraih posisi ke-135 dalam daftar orang terkaya di Indonesia pada tahun 2016. Kekayaannya pada saat itu diperkirakan mencapai USD 185 juta atau setara dengan Rp 2,6 triliun.
Pemegang saham lainnya adalah PT Indoritel Makmur Internasional Tbk atau DNET, yang memiliki afiliasi dengan Anthoni Salim (Grup Salim) dengan kepemilikan sebesar 35,84 persen.
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk juga dikenal sebagai pemilik jaringan minimarket Indomaret. Sisa saham di FAST dipegang oleh publik, khususnya pemilik KFC, sebesar 7,9 persen.
Grup Salim dan Keluarga Gelael telah menempatkan anggota mereka dalam struktur direksi dan komisaris FAST. Saat ini, posisi Direktur Utama FAST dipegang oleh Ricardo Gelael, sementara Fabian Gelael menjabat sebagai direktur lainnya.
Keluarga Gelael juga menempatkan Noni Barki Gelael dan Elizabeth Gelael sebagai komisaris perusahaan. Di sisi lain, Anthoni Salim diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama FAST. VILLA
Editor : Imron Arlado