JPRM – Mengunyah adalah bagian penting dari proses makan yang sering dianggap sepele. Meski begitu, kecepatan mengunyah dapat membawa pengaruh besar bagi kesehatan tubuh.
Secara umum, mengunyah dibagi menjadi dua yaitu mengunyah dengan cepat dan mengunyah lambat.
Mengunyah dengan cepat biasanya disebabkan karena sedang sibuk atau ketika tidak memberikan perhatian lebih pada makanan.
Sedangkan mengunyah dengan lambat sering dikaitkan dengan pribadi yang tenang dan kesadaran akan kesehatan.
Orang yang terbiasa dengan mengunyah secara cepat akan sering merasa masih lapar ketika makanan sudah habis.
Sebaliknya, orang dengan kebiasaan mengunyah secara lambat akan merasa kenyang padahal makanan belum habis. Faktanya, kecepatan makan berpengaruh terhadap status gizi sesorang.
Mengutip dari Havard Media School, makan pelan berdampak pada durasi waktu otak untuk menerima sinyal yang dikirim oleh hormon yang berasal dari saluran pencernaan.
Singkatnya, mengunyah dengan cepat tak banyak memberikan waktu untuk sistem hormonal bekerja. Berbagai hormon yang memicu rasa kenyang tidak banyak aktif bila mengunyah terlalu cepat.
Selain bisa membuat lebih mudah kenyang, makan dengan lambat atau pelan juga dapat mengurangi kerja sistem pencernaan dalam perut yang berdampak pada kesehatan pencernaan.
Makan dengan pelan juga memaksimalkan nutrisi untuk terserap dalam tubuh karena sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik.
Sedangkan ketika mengunyah dengan cepat dapat memicu banyak masalah pencernaan. Seperti meningkatnya aliran balik asam lambung menuju kerongkongan setelah makan yang dapat menyebabkan risiko asam lambung dan menyebabkan nyeri pada ulu hati bahkan sesak napas.
Tak hanya itu, makan dengan cepat dapat menyebabkan berat badan yang naik. Hal ini dikarenakan tubuh memerlukan waktu sekitar 20 menit dari mulai makan hingga sinyal kenyang dapat tersampaikan ke otak.
Jika mengonsumsi makanan kurang dari 20 menit akan membuat merasa belum kenyang dan berisiko meningkatnya kalori yang masuk dalam tubuh.
Walaupun nampak sederhana dan sepele, kecepatan mengunyah sangat berdampak pada kesehatan.
Dengan mengunyah lebih pelan, tak hanya membantu pencernaan, tetapi juga memberikan kesempatan pada tubuh untuk menerima sinyal kenyang secara alami yang membantu kesehatan secara menyeluruh.
Meskipun tampak seperti perubahan kecil, tapi hal ini dapat menjadi langkah sederhana yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara pola makan dan kesehatan. Nur Aini
Editor : Imron Arlado