Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Benarkah Tindihan Berkaitan dengan Hal Mistis karena Badan Sulit Digerakkan? Begini Kata Ahli Medis

Imron Arlado • Kamis, 7 November 2024 | 22:33 WIB
TIDUR : Bagi banyak orang dewasa, tidur siang dapat membantu menjaga kewaspadaan atau mengatasi kelelahan disiang hari. (foto: Jawa Pos)
TIDUR : Bagi banyak orang dewasa, tidur siang dapat membantu menjaga kewaspadaan atau mengatasi kelelahan disiang hari. (foto: Jawa Pos)

JPRM - Pernahkah kamu mengalami tindihan? Saat tertidur nyenyak namun tiba-tiba terbangun namun posisi tubuh sulit digerakkan, sulit berbicara bahkan sulit untuk bernapas.

Seringkali tindihan dikaitkan dengan hal-hal mistis. Bagi kepercayaan Jawa, tindien atau tindihan ini disebabkan karena adanya gangguan dari makhluk halus.

Namun sebenarnya kondisi ini menurut para medis disebut dengan sleep paralysis. Dan kondisi ini memerlukan bantuan medis dan waktu yang cukup untuk mengatasinya.

Terdapat dua jenis sleep paralysis:

1. Hypnopompic Sleep Paralysis

Yakni suatu kondisi yang menyebabkan seseorang tidak bisa menggerakkan tubuh saat terbangun secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena otak manusia belum siap mengirim sinyal bangun pada otot, sehingga tubuh seolah tidak bisa digerakkan

2. Hypnagogic Sleep Paralysis

Kondisi ini dialami saat manusia memasuki tahap tidur atau baru saja tertidur lalu terbangun. Pada kondisi ini, tubuh manusia berada pada tahap NERM (non-rapid eye movement) dan mengalami relaksasi otot. Sehingga saat tersadar, sensasi sulit bergerak akan muncul seketika.

Berikut cara mengatasi tindihan atau sleep paralysis:

  1. Tidur yang Cukup

Kekurangan waktu tidur dapat memicu terjadinya sleep paralysis. Untuk itu, tidur dengan waktu sekitar 7-9 jam per hari dapat mencegah terjadinya sleep paralysis.

Baca Juga: Mengapa Perkawinan Sedarah Berisiko Membuat Anak Cacat saat Lahir? Ini Alasannya

Karena kurun waktu tersebut dianggap ideal bagi keseluruhan tubuh manusia untuk beristirahat.

2. Rutinitas Waktu Tidur yang Konsisten

Memiliki kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang bersamaan dapat mencegah terjadinya sleep paralysis. Rutinitas tersebut dapat mengoptimalkan kinerja tubuh, sehingga merawat jam bilogis pada tubuh.

3. Melakukan Perawatan Lanjutan

Tak jarang dalam mengatasi sleep paralysis membuahkan hasil yang optimal dalam penyembuhannya.

Jika dirasa kurang membaik, segeralah melakukan perawatan lanjutan yang didampingi oleh dokter Spesialis Neurologi.  Hasina Aldhea

Editor : Imron Arlado
#ahli medis #tindien #hal mistis #Sleep Paralysis #tindihan #makhluk halus