JPRM – Perkawinan sedarah atau yang sering dikenal dengan incest ialah pernikahan atau hubungan reproduksi antara individu yang memiliki hubungan darah, seperti antara saudara kandung.
Meski di beberapa budaya, perkawinan sedarah pernah dipraktikkan dengan berbagai alasan, namun hal ini membawa risiko kesehatan yang sangat serius. Salah satu risiko yang paling besar ialah cacat lahir pada keturunan yang disebabkan oleh faktor genetik.
Anak hasil dari hubungan darah akan memiliki mutasi genetic resesif yang sama dalam DNA-nya. Minimnya variasi DNA dapat meningkatkan peluang untuk menderita penyakit genetik langka.
Pernikahan sedarah meningkatkan risiko cacat lahir karena peluang lebih besar orang tua mewariskan gen yang sama, termasuk gen mutasi. Setiap manusia memiliki gen mutase yang tidak akan berpengaruh karena tertutup oleh gen sehat lainnya.
Namun jika perkawinan sedarah memberikan peluang untuk mewariskan mutasi yang sama kepada keturunannya.
Inilah yang disebut dengan homozigoritas, yaitu kondisi dimana anak mewarisi gen resesif yang mengakibatkan cacat genetik dari kedua orang tuanya.
Hingga anak akan berisiko lebih tinggi terjangkit berbagai penyakit atau cacat bawaan, seperti gangguan mental, kelainan pada fisik, hingga gangguan perkembangan.
Penelitian juga mengungkapkan bahwa 40 persen anak hasil berhubungan sedarah antara keluarga inti lahir dengan kurangnya intelektual yang cukup parah.
Tak hanya itu, risiko lain dari perkawinan sedarah ialah tingginya infertilitas atau masalah kesuburan baik orang tua tersebut maupun keturunannya.
Banyak risiko dari perkawinan sedarah, salah satunya sang anak akan terjangkit penyakit langka seperti hemofilia. Hemofilia keturunan dari hasil incest akan mewarisi dua gen rusak dari orang tuanya.
Tak hanya hemofilia, keturunan dari perkawinan sedarah meningkatkan peluang mengalami albinisme, yaitu Ketika tubuh kekurangan melanin (pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata).
Selanjutnya ada penyakit Defisiensi fumarase (FD), yaitu keterbelakangan mental serta kelainan fisik seperti sumbing, scoliosis dan lainnya.
Penderita penyakit Defisiensi fumarase (FD) atau yang tenar disebut polygamist’s down menyebabkan skor IQ hanya akan mencapai 25.
Dalam dunia medis, perkawinan sedarah membawa risiko yang sangat tinggi terhadap kesehatan keturunan. Hal ini menjadi alasan utama mengapa perkawinan sedarah tak disarankan bahkan dilarang diberbagai negara. Nur Aini
Editor : Imron Arlado