JPRM - Agus Salim, korban penyiraman air keras, kembali meminta belas kasih dari Pratiwi Noviyanthi, yang akrab disapa Teh Novi.
Permintaan ini datang setelah Agus melaporkan Teh Novi ke polisi atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Agus Salim terlihat memohon kepada Teh Novi untuk menjenguknya dan peduli terhadap kondisinya yang sedang sakit.
’’Teh Novi, Agus orang sakit. Lihatlah Agus, tanya keadaan Agus. Agus enggak mau teteh cuma adanya di sosmed doang," ujar Agus dengan nada memelas.
Permintaan Agus ini muncul setelah dirinya tidak lagi bisa menggunakan BPJS untuk pengobatan akibat kasus penganiayaan yang dialaminya.
Agus mengaku selalu mendapat pertolongan Tuhan untuk berobat, meskipun BPJS sudah tidak bisa digunakan.
Namun, sikap Agus yang sebelumnya memojokkan Teh Novi dan kini berharap belas kasih lagi membuat warganet geram. Banyak yang menyarankan Agus untuk meminta bantuan pada pengacaranya dan menilainya tidak tahu diri.
Kasus ini bermula ketika Agus Salim disiram air keras oleh rekan kerjanya, JJS alias Aji, yang menyebabkan kedua matanya mengalami luka parah.
Pratiwi Noviyanthi kemudian mengajak Agus ke podcast Denny Sumargo, yang menghasilkan donasi hamper Rp 1,5 miliar.
Namun, uang donasi tersebut diduga disalahgunakan oleh Agus untuk keperluan pribadi, sehingga Teh Novi menarik kembali donasi tersebut ke rekening yayasan.
Agus Tak Lagi Bisa Gunakan BPJS untuk Berobat
Agus Salim, korban penyiraman air keras yang terjadi pada September 2024, kini menghadapi tantangan baru dalam proses pengobatannya.
Agus, yang mengalami luka bakar parah dan kebutaan akibat serangan tersebut, harus menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, pengobatan Agus tidak lagi ditanggung oleh BPJS Kesehatan2.
Menurut pengacara Agus, Farhat Abbas, BPJS Kesehatan menolak menanggung biaya pengobatan Agus karena kasusnya dianggap sebagai akibat dari penganiayaan atau kejahatan, yang tidak termasuk dalam cakupan BPJS.
Hal ini membuat Agus dan keluarganya harus mengeluarkan uang pribadi untuk biaya pengobatan yang cukup besar.
Selain itu, Agus juga terlibat dalam perseteruan hukum dengan Pratiwi Noviyanthi, yang sebelumnya membantu menggalang dana donasi untuk pengobatan Agus.
Novi menuduh Agus menyalahgunakan dana donasi sebesar Rp 1,5 miliar untuk keperluan pribadi, bukan untuk pengobatan. Agus membantah tuduhan tersebut dan melaporkan Pratiwi ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.
Kasus ini menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi di media sosial. Banyak yang mendukung Agus, namun ada juga yang mempertanyakan penggunaan dana donasi tersebut.
Agus berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dan ia bisa fokus pada pemulihan kesehatannya. (-)
Editor : Imron Arlado