JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gunung Lewotobi, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu destinasi alam yang memukau di Indonesia.
Gunung ini terdiri dari dua puncak, yaitu Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan, yang berdampingan indah.
Nama "Lewotobi" berasal dari bahasa lokal yang berarti "gunung yang mendidih," mencerminkan aktivitas vulkanik yang kerap terjadi.
Keindahan Gunung Lewotobi bukan hanya terletak pada fenomena vulkaniknya, tetapi juga pada panorama alam sekitarnya yang menakjubkan.
Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan luas Laut Flores di sebelah utara dan pesona hamparan hijau perbukitan di sekitarnya.
Selain itu, Gunung Lewotobi juga menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna endemik, menjadikannya surga bagi para pecinta alam dan peneliti.
Pagi hari adalah waktu terbaik untuk mendaki Gunung Lewotobi, ketika sinar matahari pertama kali menyentuh puncaknya, menciptakan pemandangan yang spektakuler dan penuh keajaiban.
Untuk para pendaki, rute menuju puncak cukup menantang namun sepadan dengan keindahan yang disajikan. Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhkan dengan pemandangan ladang pertanian yang subur, hutan tropis, dan aliran sungai yang jernih.
Penduduk setempat juga terkenal dengan keramahan mereka, siap menyambut para wisatawan dengan senyuman dan cerita-cerita menarik tentang legenda serta sejarah Gunung Lewotobi.
Menginap di desa-desa sekitar gunung memberikan kesempatan untuk merasakan kehidupan tradisional Flores yang autentik.
Gunung Lewotobi tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga memberikan pengalaman mendalam bagi para pengunjung yang ingin mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya Flores Timur.
Keindahan ini, tak lagi terlihat pada Senin (4/11) pagi. Gunung ini meletus pada Minggu malam, 3 November 2024, sekitar pukul 23.57 WITA.
Letusan ini mengeluarkan kolom lava merah menyala, abu vulkanik, dan batuan pijar yang menghujani beberapa desa di sekitarnya.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, letusan ini telah menewaskan setidaknya 10 orang.
’’Korban meninggal yang telah dievakuasi dari puing-puing bangunan mencapai 10 orang," ujar Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Fredy Moat Aeng. (-)
Editor : Imron Arlado