JAWA POS RADAR MOJOKERTO – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang dikenal dengan Gus Baha sebagai seorang ulama yang memiliki pendekatan yang moderat dan rasional dalam menyampaikan ajaran Islam.
Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa Islam adalah agama yang dirancang untuk orang-orang yang berpikir.
Hal ini berarti bahwa umat Islam harus menggunakan akal dan logika dalam memahami ajaran agama, bukan hanya mengikuti tradisi secara buta.
Gus Baha berpendapat bahwa logika sehat sangat penting dalam menjaga keutuhan ajaran Islam. Ia mengajak umat untuk:
- Berpikir Kritis: Menggunakan akal sehat untuk menganalisis dan memahami teks-teks agama.
- Menghindari Fanatisme : Menyadari bahwa fanatisme dapat menyebabkan pemahaman yang sempit dan konflik.
- Menerima Perbedaan : Memahami bahwa dalam Islam terdapat berbagai mazhab dan pandangan yang sah.
Salah satu poin penting yang disampaikan Gus Baha adalah tentang keikhlasan dalam beribadah. Ia menekankan bahwa:
- Ibadah yang Ikhlas: Ibadah harus dilakukan dengan niat yang tulus, tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan dari orang lain.
- Tidak Terjebak pada Kesempurnaan: Umat tidak perlu merasa tertekan untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah, karena itu adalah hal yang mustahil. Yang terpenting adalah usaha dan niat baik.
Gus Baha juga menyadari adanya tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini, seperti perubahan sosial dan budaya yang cepat dapat mempengaruhi pemahaman agama dan munculnya kelompok-kelompok ekstremis yang mengaku mewakili Islam tetapi sebenarnya menyimpang dari ajaran asli.
Gus Baha optimis bahwa Islam akan tetap terjaga dengan pendidikan yang baik dan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam, umat dapat menjaga keaslian dan nilai-nilai agama.
Generasi muda juga memiliki peran penting dalam meneruskan ajaran Islam dengan cara yang relevan dengan konteks zaman sekarang.
Ceramah Gus Baha menegaskan bahwa dengan berpikir kritis, berpikiran ikhlas, dan menerima perbedaan, umat Islam dapat menjaga keutuhan ajaran agama mereka.
Ia mendorong umat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan esensi dari ajaran Islam. Dengan pendekatan ini, iya yakin bahwa Islam akan tetap terjaga hingga akhir zaman.
Editor : Imron Arlado