Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hobi Mengelupas Kulit Bibir, Normalkah? Psikolog Ungkap Fakta di Balik Kebiasaan Ini

Imron Arlado • Senin, 4 November 2024 | 01:32 WIB
Mengelupas kulit bibir tanda gangguan kesehatan mental.
Mengelupas kulit bibir tanda gangguan kesehatan mental.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mengelupas kulit bibir biasanya dilakukan seseorang  saat sedang mengalami bibir kering. Hal ini kerap dilakukan tanpa sadar, terutama saat merasa gugup, cemas, atau stres.

Kebiasaan mengelupas kulit bibir termasuk dalam tanda atau gejala dermatillomania. Dermatillomania merupakan suatu kondisi di mana muncul rasa keinginan yang kuat untuk terus-menerus menggaruk atau mengelupas kulit yang dapat mengakibatkan rasa sakit atau cedera.

Kebiasaan ini juga dikaitkan dengan gangguan psikologis yang dikenal dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD), di mana seseorang akan merasa sulit menahan diri untuk tidak melakukan tindakan tertentu.

 

 

Psikolog sekaligus dosen Fakultas Unika Sogijapratna Semarang, Christin Wibhowo, menegaskan bahwa kebiasaan mengelupas kulit bibir tidak bisa serta merta dianggap sebagai indikator kesehatan mental.

Menurutnya, kebiasaan mengelupas bibir dapat dianggap sebagai gangguan jika berdampak pada kualitas hidup atau produktivitas seseorang, seperti bekerja, bersosialisasi, dan bergaul dengan orang lain.

Salah satu tanda bahwa kebiasaan telah berkembang menjadi gangguan mental adalah munculnya perasaan tidak puas atau tidak mampu untuk tidak melakukan kebiasaan tersebut.

Psikolog sekaligus dosen Psikologi Universitas aisyiyah Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo, mengatakan bahwa kebiasaan mengelupas kulit bibir terkadang dapat digolongkan sebagai gangguan kesehatan mental jika sering dilakukan berulang kali dan sudah memengaruhi fungsi kognitif seseorang.

Tak hanya pada bibir, kebiasaan mengelupas kuku atau atau aktivitas lain yang dapat membahayakan diri sendiri juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mental.

Langkah awal dalam mengatasi kebiasaan ini adalah dengan mengidentifikasi apa yang menyebabkannya. Dengan begitu anda dapat menemukan solusi yang tepat dan lebih efektif.

Menjaga kelembaban bibir juga sangatlah penting. Gunakan lip balm atau pelembab bibir yang mengandung bahan-bahan seperti shea butter, vitamin E, atau minyak alami.

Hindari produk dengan kandungan alkohol atau zat-zat yang dapat mengiritasi, karena dapat memperburuk kondisi bibir anda. VILLA

Editor : Imron Arlado
#mengelupas kulit bibir #karakter #rasa sakit #kepribadian #kebiasaan buruk #bibir