JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Generasi Z lahir di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi yang semakin canggih dan maju. Generasi Z merupakan kelompok manusia yang lahir mulai 1997 hingga 2012.
Gen Z justru rentan menghadapi masalah kesehatan mental yang semakin meningkat di era sekarang. Mereka memiliki tingkat depresi dua pertiga lebih tinggi daripada gen millenial. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas College London.
Selain itu, sebuah studi yang dilakukan oleh American Psychological Association menemukan bahwa hanya terdapat 45 persen Gen Z yang mempunyai kesehatan mental lebih baik atau sangat baik.
Kerentanan mengalami gangguan mental seperti bipolar, depresi, ADHD, kecemasan, dan lain sebagainya dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari ketidakpastian masa depan hingga tekanan sosial media yang semakin marak.
Penggunaan media sosial merupakan suatu hal yang mempengaruhi kesehatan mental Gen Z. Seringkali media sosial dan platform memaksa pengguna untuk tampil sempurna agar menjadi semakin populer.
Perbandingan sosial dan cyberbullying dalam media sosial bisa menyebabkan gengguan mental seperti depresi dan kecemasan.
Banyak dari Generasi Z yang menghabiskan waktunya di dunia maya yang bisa mengakibatkan kurangnya interaksi yang sehat dan mendukung secara langsung.
Sebenarnya, media sosial memiliki banyak sisi positif karena bisa membantu Gen Z untuk bersosialisasi dengan orang lain, belajar banyak hal serta melihat berbagai macam konten positif. Namun, ada juga sisi negatifnya dan banyaknya konten yang kurang mendidik sehingga bisa membahayakan kesehatan mental mereka.
Selain itu, Gen Z juga cenderung mendapatkan tekanan dalam karir dan akademis. Hal tersebut disebabkan persaingan yang semakin hari semakin meningkat.
Tidak stabilnya ekonomi juga bisa menyebabkan stres dan rasa cemas yang sering menghantui mereka. Sehingga banyak dari mereka yang merasa kurang mendapatkan dukungan dalam kesehatan mental.
Strategi yang tepat dan dukungan kuat dari keluarga dan masyarakat bisa membantu mengatasi gangguan kesehatan mental yang rentan dialami oleh Gen Z. LARAS KUN
Editor : Imron Arlado