JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Latiao, produk asal China yang sempat digemari masyarakat Indonesia, kini menjadi sorotan setelah terungkap adanya kontaminasi bakteri berbahaya, hingga sebabkan keracunan di tujuh daerah.
Tujuh daerah Indonesia tersebut diantaranya, Lampung, Sukabumi, wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan, dan Riau. Korban keracunan di wilayah tersebut didominasi oleh anak-anak sekolah dasar (SD).
Ketenaran Latiao, menyimpan bahaya terselubuk di dalam produk tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menemukan kandungan Bakteri beracun pada jajan asal china ini.
Temuan ini didapat setelah BPOM melakukan investigasi terhadap laporan gejala dan masa inkubasi, serta pengambilan sampel pangan dan pengujian laboratorium.
Jajanan ini terkenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasa pedas gurih, yang bikin nagih. Namun, berita penarikan produk ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Indonesia.
Kekhawatiran ini muncul setelah banyak kasus keracunan Latiao di berbagai daerah. Anak-anak yang mengonsumsi Latiao mengalami gejala seperti sakit perut, muntah, mual, dan pusing.
BPOM telah menemukan jenis bakteri Bacillus Cereus dalam kandungan jajan Latiao. Dimana bakteri ini sering ditemukan pada makanan bertepung.
Makanan yang mengandung bakteri Bacillus Cereus biasanya akan menimbulkan reaksi sekitar 1-6 jam pasca konsumsi. Akan tetapi, kebanyakan penderita akan pulih dalam kurun waktu 6-24 jam.
Jika Anda mengalami gejala keracunan makanan (Latiao) seperti yang dijelaskan sebelumnya, kalian bisa melakukan pertolongan pertama, seperti:
- Cukupi Cairan Tubuh
Penderita sangat disarankan untuk mengonsumsi air mineral atau cairan elektrolit, guna menjaga keseimbangan dalam tubuh. Dan juga berguna untuk menetralisir racun di dalam tubuh.
- Mengonsumsi Makanan yang Tepat
Hindari makanan yang digoreng, pedas, manis, dan bersoda. Sebaiknya konsumsi makanan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, madu, dan bubur.
- Mengkonsumsi Air Jahe
Air jahe diketahui dapat membantu meredakan gejala keracunan seperti mual dan sakit perut. Selain itu, air jahe juga dapat memberi efek menenangkan pada saluran pencernaan.
- Hindari Mengkonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter
Ketika sedang mengalami kondisi muntah dan diare akibat keracunan, sebaiknya hindari mengkonsumsi obat antidiare tanpa resep dokter karena berpotensi memperburuk gejala keracunan.
- Istirahat yang Cukup
Penderita keracunan, disarankan untuk beristirahat secara optimal, guna memberikan waktu pada tubuh agar segera pulih sepenuhnya.
Segera pergi ke dokter jika mengalami gejala di bawah ini:
- Tidak sadarkan diri.
- Mulai mengalami gangguan pernapasan.
- Mendapati nyeri perut yang hebat.
- Muntah disertai BAB berdarah.
- Diare tak kunjung berhenti selama tiga hari.
- Mengalami gejala dehidrasi.
- Mendapati gejala neurologi, seperti kesemutan, kelemahan otot, dan penglihatan kabur.
Atas kejadian keracunan di 7 daerah ini, dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu memperhatikan keamanan pangan. Sebelum mengonsumsi makanan, penting bagi kita untuk memeriksa izin edar dan menjaga kebersihan makanan.
BPOM juga mengimbau agar konsumen lebih berhati-hati dan selalu memeriksa label produk sebelum membeli. YULI
Editor : Imron Arlado