JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Abid Yuliandi Muyafa, 38, yang tewas diduga dibunuh menghilang dari rumahnya di Jalan Merapi V, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sejak Kamis (31/10). Sebelum menghilang, warga melihat perjaka sebatang kara itu dijemput temannya menggunakan sepeda motor.
Jasad Abid ditemukan warga di kebun jeruk Jalan Ir. Soekarno, kawasan Jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Sabtu (2/11) siang. Korban mengalami sayatan benda tajam di perut sepanjang 10 sentimeter dan tusukan serta luka di tangan dan kaki.
Hasil identifikasi sidik jari yang dilakukan polisi memastikan korban adalah Abid. Hal ini dibenarkan Rusman Arif, Ketua RT 04, RW 3 Perumahan Wates, lingkungan tempat tinggal korban.
Sebelum ditemukan tewas, pria bujangan itu sedang dicari-cari lantaran sudah menghilang selama dua hari.
Arif mengatakan, pada Rabu (30/10) sore dirinya masih bertemu dengan Abid. Saat itu, dia meminta agar Abid tak kemana-mana karena rumahnya sedang dibangun.
Abid mendapat bantuan bedah rumah dari pemkot karena rumahnya terbakar pada September lalu. "Abid saya minta supaya membantu tukang yang merenovasi rumahnya," jelasnya saat ditemui, Minggu (3/11).
Sehari berikutnya, Kamis, Arif sudah tidak bisa menemui korban. Abid menghilang dari rumahnya saat hendak diminta tanda tangan untuk pencairan biaya tukang.
"Saya cari dengan warga tidak ada, tapi Kamis malam katanya ada warga yang melihat di rumahnya sampai akhirnya jenazahnya ditemukan itu," bebernya.
Berdasarkan informasi warga, lanjut Arif, korban pergi dijemput oleh seorang pria mengendarai sepeda motor.
Selama ini, pria tersebut juga sering terlihat di rumah Abid. "Tidak tahu namanya, tapi anak itu sering menjemput ke rumahnya. Seperti yang dilihat kemarin di CCTV ya anak itu, tapi penyidik yang lebih tahu," jelasnya.
Dulunya keluarga Abid dikenal terpandang. Namun, sudah sekitar sepuluh tahun ini dia tinggal seorang diri.
Kakaknya menikah dan menetap di Surabaya, sedangkan kedua orang tuanya sudah bercerai. Sabtu (2/11) malam, jenazah Abid dibawa ke kampung ibunya ke Desa Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, untuk dimakamkan.
Arif menyatakan, selama ini korban tak bekerja. Warganya itu hanya sesekali mendapat upah dari tetangga yang membutuhkan tenaganya untuk membersihkan taman dan lain-lain. "Kerjanya serabutan, dia dulu pernah jatuh sehingga cara berpikirnya agak sedikit kendor," ujarnya.
Mengingat kondisi korban, para tetangga kerap memberinya makan. Selama rumahnya direnovasi sejak Senin (28/10), korban diberi tempat di rumah tetangga depannya.
Arif menyatakan, Abid tak memiliki motor ataupun HP. Dia hanya punya sepeda ontel hasil pemberian warga. Karena itu, dugaan warga kecil kemungkinan korban dibunuh untuk dikuasai hartanya.
"Kami tidak pernah dengar kalau dia punya masalah, kalau dengan orang luar tidak tahu namanya anak muda masih bujangan meskipun usianya di atas 35 tahun. Hanya memang dia jarang ngumpul dengan warga, mungkin ngopi-ngopinya di luar," tutur Arif. (adi)
Editor : Imron Arlado