Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Suka Selfi Bukan Berarti Narsis Lho... Ini Hasil Penelitian Ilmiahnya

Imron Arlado • Sabtu, 2 November 2024 | 01:18 WIB
Suka Selfi Bukan Berarti Narsis, Ini Hasil Penelitian Ilmiahnya
Suka Selfi Bukan Berarti Narsis, Ini Hasil Penelitian Ilmiahnya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO- Para ahli mengungkap bahwa selfi bukan sebuah ajang untuk menunjukkan kesombongan atau narsistik.

Ahli psikologi di Ohio State sekaligus sekan penulis studi Lisa Libby, mengatakan bahwa hasil studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science ini juga memberikan bantahan terkait pandangan orang terhadap argumen yang mengaitkan kenarsisan dalam foto selfi.

"Foto-foto yang menampilkan diri anda dapat mendokumentasikan makna yang lebih besar dari sebuah momen," Katanya, dikutip dari ScienceDaily.

"Ini bukan menjadi bentuk kesombongan," imbuhnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengambilan gambar dari sudut pandang orang pertama ditujukan hanya untuk pengalaman fisik.

Lalu penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mengabadikan pengalaman fisik dari suatu peristiwa maupun sebuah momen nonfisik bisa menjadi sebuah motivasi bagi mereka untuk mengabadikan momen foto pribadi.

Sebagai contoh, ketika ada seseorang yang sedang berada di pantai dengan seorang teman yang sedang mengambil foto lautan namun momen ini diambil hanya untuk mengabadikan pengalaman fisik dari hari yang indah dan santai.

Atau bisa saja mereka mengambil foto yang memuat diri mereka di dalamnya untuk menangkap makna yang jauh lebih besar dari menghabiskan waktu bersama teman.

Dalam enam penelitian yang melibatkan 2.133 peserta yang telah terselenggara, para peneliti mengeksplorasi dampak perspektif dalam dunia fotografi pribadi.

Mereka kemudian diminta untuk menilai seberapa penting pengalaman itu sendiri  bagi mereka, dan mana makna yang lebih besar dibalik momen tersebut.

Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi peserta menilai acara tersebut bagi mereka, semakin besar kemungkinan mereka mengatakan bahwa mereka akan mengambil foto dengan diri mereka sendiri di dalamnya.

Tidak hanya ini, penelitian lain menunjukan bagaimana kebenaran intuisi orang tentang apakah sebuah perspektif lebih baik menangkap pengalaman atau sebuah makna dari suatu peristiwa. Pada penelitian ini meminta orang untuk memeriksa foto yang mereka unggah di instagramnya.

Para peserta saling membuka postingan terbaru yang isinya foto mereka sendiri dengan diberikan pertanyaan "apa yang membuat anda lebih memikirkan foto ini?" dengan pilihan jawaban "pengalaman fisik dari momen tersebut atau makna yang lebih besar dari momen tersebut."

Hasilnya menunjukan bahwa mereka cenderung mengatakan dari foto tersebut membuat mereka memikirkan makna yang lebih besar dari momen tersebut. Sementara, foto yang menampilkan bagaimana pemandangan tersebut terlihat dari perspektif visual mereka sendiri membuat mereka memikirkan pengalaman fisiknya.

Namun terkadang kebanyakan orang tidak benar mengambil foto yang menangkap tujuan mereka, dan hasilnya mereka tidak benar menyukai hasil dari foto tersebut. UMMI

Editor : Imron Arlado
#narsis #karakter #science #kepribadian #hasil penelitian #Suka Selfi