Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ternyata Cuaca Panas Ekstrem Memengaruhi Mood dan Psikologi Seseorang, Kok Bisa?

Imron Arlado • Jumat, 1 November 2024 | 00:58 WIB
Ternyata cuaca panas ekstrem tidak hanya membuat seseorang merasa tidak nyaman secara fisik, namun juga memiliki efek yang signifikan pada suasana hati dan kesehatan mental seseorang.
Ternyata cuaca panas ekstrem tidak hanya membuat seseorang merasa tidak nyaman secara fisik, namun juga memiliki efek yang signifikan pada suasana hati dan kesehatan mental seseorang.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ternyata cuaca panas ekstrem tidak hanya membuat seseorang merasa tidak nyaman secara fisik, namun juga memiliki efek yang signifikan pada suasana hati dan kesehatan mental seseorang.

Temperatur mutlak, variasi suhu, ataupun gelombang panas di luar ruangan bisa mempengaruhi kesehatan mental orang.

Hal ini ditemukan oleh studi yang dipimpin oleh Rhiannon Thompson dari Sekolah Kesehatan Masyarakat, Imperial College London, Inggris, dan dipublikasikan di The Lancet Planetary Health pada Juli 2023.

Selain cuaca, beberapa faktor juga bisa mempengaruhi suasana hati seperti emosi yang sedang dirasakan, suasana sekitar, jam tidur, pola makan, dan lain sebagainya.

 

 

Sebuah penelitian yang dilakukan dari tim Polandia menunjukkan hubungan antara cuaca dan emosi.

Studi tersebut menemukan bahwa naiknya suhu udara berkaitan dengan perubahan mood seseorang karena tubuh akan memproduksi hormon kortisol lebih banyak yang menyebabkan stres dan cepat marah saat cuaca panas.

Selain itu, cuaca panas bisa mengganggu jam tidur seseorang karena suhu panas membuat rasa tidak nyaman dan sulit untuk memejamkan mata hingga seseorang cenderung mempunyai mood yang kurang bagus.

Cuaca panas juga dikaitkan dengan rasa panas yang membuat tubuh menjadi tidak nyaman. Akibatnya seseorang akan merasa tertekan secara emosional dan dilampiaskan dengan kemarahan.

Saat suhu cuaca lebih tinggi, dehidrasi dan peningkatan aktivitas keringat juga membuat hilangnya elektrolit penting dalam tubuh. Sehingga kelelahan fisik juga membuat frustrasi dan sulit untuk berkonsentrasi.

 

 

Jika cuaca panas mulai mengganggu suasana hati, ada rekomendasi beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan seperti minum air putih yang cukup, istirahat di tempat sejuk, menjaga pola makan, jangan terlalu lama di bawah sinar matahari, relaksasi tubuh, dan lain sebagainya.

Meskipun sederhana, langkah tersebut bisa menjaga mood agar tetap stabil. Jadi, saat suhu melonjak, jaga pikiran dan emosi agar terhindar dari emosi yang ikut terbakar. LARAS KUN

Editor : Imron Arlado
#cuaca panas #pola makan #imperial college london #kesehatan mental #polandia