JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Anggur Shine Muscat tengah menjadi perhatian publik. Anggur warna hijau ini dicurigai mengandung kadar pestisida di luar batas aman konsumsi.
Benarkah anggur ini tercatat sebagai jenis anggur termahal? Ternyata tidak. Dari berbagai sumber menyebut, Shine Muscat tercatat sebagai anggur termahal kedua setelah Ruby Roman.
Berikut 3 anggur lengkap dengan harganya:
- Anggur Ruby Roman
Anggur ini berasal dari Jepang dan hanya dapat ditemukan di prefektur The Ishikawa.
Harganya mencapai sekitar Rp 54.000.000 per pak. Meskipun tidak memenuhi standar premium, harga anggur ini tetap jauh lebih mahal dibandingkan dengan anggur Shine Muscat atau varietas lainnya.
Beberapa toko di Jepang bahkan menawarkan penjualan anggur Ruby Roman per butir dengan harga sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per butir.
- Shine Muscat
Meskipun terkenal sebagai salah satu jenis anggur dengan harga yang mahal, Shine Muscat tidak memegang gelar anggur termahal di dunia.
Anggur ini umumnya berasal dari Jepang, serta di Korea dan Tiongkok. Teknik budi dayanya yang teliti dan perhatian terhadap detail membuat harganya lebih mahal daripada anggur hijau biasa.
- 1945 Domaine de la Romanée-Conti
Meskipun bukan anggur, melainkan wine, ini patut disebut karena harganya yang fantastis. Diproduksi di Eropa tepat setelah Perang Dunia II, hanya ada 600 botol yang dibuat. Harganya mencapai sekitar Rp8,3 miliar per botol.
Sejak beberapa hari lalu, masyarakat Indonesia telah dihebohkan dengan temuan Anggur Shine Muscat yang dianggap tidak layak konsumsi, karena mengandung residu pestisida yang melebihi batas aman.
Risiko mengonsumsi ini di antaranya akan mengalami mual, diare, kram perut, dan pusing.
Anggapan tersebut terjadi setelah hasil uji laboratorium di Thailand mengenai anggur Shine Muscat telah keluar dan tersebar luas.
Thailand mengungkapkan adanya kandungan zat kimia berbahaya dalam sampel anggur Shine Muscat yang telah beredar di pasaran.
Temuan ini memicu kekhawatiran global, terutama bagi negara yang telah mengimpor anggur dari China ini.
Sebetulnya, anggur berwarna hijau ini baru saja populer di berbagai kalangan konsumen, termasuk di Indonesia.
Kasus anggur Shine Muscat berbahaya ini semakin menjadi sorotan setelah ditemukannya 50 jenis residu beracun dalam sampel yang diuji. YULI
Editor : Imron Arlado