Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Es Teh yang Tengah Marak Di Indonesia Tuai Perhatian, Bisa Sebabkan Hal Ini Lho

Imron Arlado • Kamis, 31 Oktober 2024 | 22:19 WIB

PENYAKIT DALAM: Mengonsumsi kurma membantu mencegah terjadinya penyakit anemia. (foto: dok. Halodoc)
PENYAKIT DALAM: Mengonsumsi kurma membantu mencegah terjadinya penyakit anemia. (foto: dok. Halodoc)
 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Indonesia tengah mengalami siklus cuaca yang ekstrem.

Panas yang berada di atas rata-rata membuat setiap orang berusaha untuk menyegarkan tenggorokan mereka. Termasuk membeli minuman yang menyegarkan tanpa tau dampak jangka panjangnya.

Cuaca yang mendidih juga membuat banyak orang untuk meraih peruntungan dengan berjualan es teh yang membuatnya merajalela.

Es teh adalah salah satu minuman yang sering menjadi pilihan setiap orang karena keberadaannya yang gampang dijumpai juga harganya yang murah.

Variasi es teh juga menambah daya tarik serta menambah kenikmatan yang menjadi perhatian konsumen.

Namun semakin banyaknya penjual es teh, semakin susah juga membedakan mana es teh yang baik untuk kesehatan. Kandungan gula pada es teh menuai perhatian beberapa pakar kesehatan di media sosial.

Kandungan gula pada es teh diperkirakan sebanyak 33 gram, sedangkan batas konsumsi gula pada manusia yang disarankan oleh Kemenkes RI adalah tak lebih dari 50 gram.

Mengonsumsi es teh secara berlebihan dalam jangka panjang tak menutup kemungkinan dapat menyebabkan diabetes.

Diabetes ialah salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah.

Pankreas pada penderita diabetes tak mampu memproduksi hormon insulin (hormon yang mengendalikan kadar gula dalam darah) sesuai dengan yang tubuh butuhkan.

Tanpa adanya hormon insulin, sel dalam tubuh akan kesulitan untuk menyerap dan memproduksi gula atau glukosa menjadi energi.

Selain dapat menyebabkan diabetes, mengonsumsi es teh secara berlebihan juga dapat menyebabkan obesitas.

Gagalnya hormon insulin mengolah gula menjadi energi menyebabkan lipogenesis yang memproduksi gula menjadi lemak. Hal ini menjadi pion dalam meningkatnya berat badan yang akhirnya dapat menyebabkan obesitas.

Dan hal yang perlu digaris bawahi bahwa mengonsumsi es teh berlebihan juga dapat mengakibatkan anemia.

Hal ini dikarenakan teh memiliki kandungan tanin yang bersifat antioksidan yang baik jika dikonsumsi dalam porsi normal.

Namun jika dikonsumsi berlebihan tanin yang terkandung dalam teh dapat mengikat zat besi yang terdapat dalam makanan, dan apabila meminum teh setelah makan dapat membuat zat besi dalam makanan menjadi menggumpal dan sulit tercerna oleh usus sehingga menghambat penyerapan zat besi sebanyak 62 persen.

Pada perempuan, ketika mereka menstruasi akan sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi teh secara berlebihan dan terus menerus, baik teh hangat maupun teh.

Karena ketika zat besi sulit diserap oleh tubuh, maka pembentukan sel darah merah pun ikut terpengaruh, apabila dibiarkan terus menerus, risiko menderita anemia akan semakin meningkat.

Walaupun cuaca panas, tetap untuk memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam tubuh. Penting untuk mengetahui berapa banyak es teh yang masuk dalam tubuh.

Penting juga untuk mengetahui teh mana yang baik untuk tubuh, karena tak semua penjual akan memakai bahan-bahan yang higienis dan layak dikonsumsi. Nur Aini

 

Editor : Imron Arlado
#penyebab anemia #kemenkes ri #penyakit kronis #sel dalam tubuh #es teh #kadar gula