JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gus Baha, seorang ulama yang dihormati, seringkali membahas tema-tema yang berkaitan dengan keagamaan dan spiritualitas. Salah satu tema yang beliau angkat adalah tentang memajang foto ulama dan wali Allah di rumah.
Memajang foto ulama dan wali berfungsi sebagai pengingat akan kebaikan dan keteladanan mereka. Dengan melihat wajah-wajah mereka, kita diingatkan untuk meneladani akhlak dan perilaku baik yang mereka contohkan dalam kehidupan sehari-hari.
Foto-foto tersebut dapat membangkitkan semangat kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Ketika memandang wajah penuh berkah ini, hati kita cenderung tergerak untuk beribadah lebih baik.
Gus Baha menyatakan bahwa foto-foto ulama dan wali dapat membawa aura positif ke dalam rumah. Kehadiran mereka secara visual di ruang tinggal kita bisa menciptakan suasana yang lebih tenang dan penuh berkah.
Dalam tradisi Islam, diyakini bahwa memajang foto atau gambar orang-orang shaleh dapat membantu mengusir makhluk halus atau energi negatif dari lingkungan sekitar.
Gus Baha selalu menekankan bahwa ilmu agama adalah hal yang paling utama. Dengan memajang foto ulama, kita diingatkan untuk terus belajar dan mendalami ilmu agama agar bisa mengikuti jejak para ulama tersebut.
Beliau mendorong umat untuk tidak hanya melihat foto-foto tersebut sebagai hiasan, tetapi juga sebagai teladan dalam berperilaku sehari-hari.
Gus Baha menyarankan agar foto-foto tersebut diletakkan di tempat yang strategis seperti ruang tamu, atau ruang ibadah di rumah, sehingga mudah dilihat oleh seluruh anggota keluarga.
Memilih foto yang berkualitas baik dan jelas juga penting agar kesan yang ditimbulkan lebih mendalam.
Dalam ceramahnya, kesimpulan dalam tema tersebut Gus Baha mengajak umat untuk tidak ragu memajang foto ulama dan wali Allah di rumah mereka.
Dengan niat yang tulus, tindakan ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat iman dan memperdalam kecintaan kepada Allah serta para kekasih-Nya.
Melalui pengingat visual ini, diharapkan kita semua dapat terinspirasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam. FIA
Editor : Imron Arlado