Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Benarkah Tidak Suka Kiai Pasti Salah? Begini Penjelasan Gus Baha

Imron Arlado • Senin, 28 Oktober 2024 | 00:08 WIB
Gus Bahaudin Nursalim
Gus Bahaudin Nursalim

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gus Baha dalam ceramahnya juga seringkali mengangkat tema tentang kiai. Seperti dalam kesempatan beberapa pekan yang lalu, Gus Baha mengangkat tema Gak Suka Kiai, Pasti Salah?”.

Ceramah Gus Baha tentang Gak Suka Kiai, pasti salah dimulai dengan menjelaskan bahwa banyak orang merasa tidak suka atau bahkan membenci kiai karena alasan-alasan tertentu.

Namun, ia menyatakan bahwa ketidaksukaan ini seringkali berasal dari kesalahpahaman atau pemahaman yang salah menganai kiai dan ulama.

Gus Baha kemudian menekankan bahwa peran kiai meskipun mereka memiliki posisi yang tinggi, mereka juga merupakan manusia yang bisa melakukan kesalahan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada orang yang sempurna termasuk kiai dan ulama.

Ia menjelaskan bahwa kiai dan ulama berperan dalam agama Islam yakni sebagai pelopor ilmu dan petunjuk bagi umat Islam. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghargai kontribusi mereka dalam menyebarluaskan dan mendalami ajaran Islam.

Gus Baha mengingatkan para pendengar untuk tidak terlalu cepat menghakimi para kiai tanpa mempertimbangkan konteks dan alasan yang mendasari tingkah mereka.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kesimpulan yang keliru dan dapat menimbulkan kerugian.

Untuk menghindari pikiran yang negatif terhadap kiai dan ulama, Gus Baha mengajak para pendengar untuk lebih mendalami ilmu agama.

Belajar secara mendalam tentang ajaran agama Islam dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan mendalam sehingga tidak mudah terjebak dalam pikiran yang negatif.

Dalam ceritanya, Gus Baha seringkali menggunakan contoh kisah ringan untuk membuat para pendengar lebih mudah memahami pesan utamanya.

Contohnya, ia menggunakan cerita tentang bagaimana orang-orang terdahulu tidak mudah menghakimi nabi-nabi Allah tanpa memahami konteks dan misi mereka.

Ia juga menceritakan kisah lucu tentang interaksi sehari-hari antara orang awam dan kiai untuk menunjukkan betapa pentingnya saling menghormati.

Di akhir ceramahnya, Gus Baha menekankan pentingnya sikap toleransi dan saling menghargai di antara sesama umat Islam.

Lagi-lagi ia mengajak para pendengar untuk membangun hubungan yang harmonis dengan para kiai dan ulama, serta berusaha memahami ajaran mereka dengan hati terbuka.

Dengan mengangkat tema ini, ceramah Gus Baha tidak hanya memberikan pelajaran tetapi juga mendorong para pendengar untuk berpikir kritis, dan lebih bijak dalam menyikapi isu-isu terkait agama, para kiai dan ulama. FIA

Editor : Imron Arlado
#Gus Baha #bahaudin nursalim #umat islam #ajaran islam #kiai