JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kangkung merupakan salah satu tumbuhan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.
Banyak olahan masakan dari kangkung yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.
Namun, di negara Amerika, kangkung justru dianggap hama oleh masyarakatnya. Mereka enggan sama sekali mengonsumsi kangkung karena dianggap sebagai gulma berbahaya.
Selain itu, kangkung merupakan sayuran yang sulit dicerna oleh lambung. Pernahkah ketika kamu mengonsumsi kangkung namun saat buang air besar justru keluarnya juga kangkung? Begini penjelasannya.
Kangkung mengandung banyak serat dan oligosakarida rafinosa (RFO). Faktanya, enzim di dalam lambung manusia hanya dapat memproses protein, karbohidrat dan juga lemak.
Jadi, jika kita tidak mengolah serat dengan baik seperti memotongnya menjadi kecil-kecil atau memasaknya hingga lunak akan mempersulit lambung untuk memproses serat.
Serat dipecah menjadi dua macam, yakni serat larut dan tidak larut. Serat larut bisa kita temui pada buah-buahan dan kacang-kacangan. Sedangkan, serat yang tidak larut bisa kita temui pada sayur-sayuran. Kandungan serat yang tinggi pada kangkung tergolong sebagai serat yang tidak larut.
Tingginya serat dalam kangkung bukan berarti tidak berguna lho! Mengonsumsi kadar serat yang tinggi dapat membuat usus bekerja lebih optimal. Serat yang tidak larut membantu makanan yang ada di usus bisa lewat lebih cepat, sehingga pencernaan jadi lebih baik. Hasina Aldhea
Editor : Imron Arlado