JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pernahkah anda terbangun tiba-tiba dengan sensasi seperti jatuh dari ketinggian?
Pengalaman yang sering terjadi ketika seseorang baru mulai tertidur ini adalah hal yang cukup umum. Banyak orang mengalaminya dan merasa terkejut secara fisik seolah-olah tubuh benar benar terjatuh dari tempat tidur.
Meskipun terdengar cukup unik, fenomena ini sebenarnya adalah bagian dari proses alami tubuh. Namun, apa penyebab seseorang bisa bermimpi terjatuh dan mengapa tubuh memberikan respon yang begitu mendadak?
Fenomena ketika tubuh mengalami sentakan atau kejang kecil saat tengah tidur merupakan definisi dari Hypnic Jerk.
Baca Juga: Rumahnya Kini Rapi, Inilah Pekerjaan Tiko selain Jaga Ibunya yang ODGJ
Sentakan inilah yang dirasakan seseorang ketika mimpi jatuh dari ketinggian yang berimbas seolah-olah tubuh benar-benar terjatuh.
Ada empat fase tahapan tidur manusia. Pertama. Mata akan bergerak perlahan dan aktivitas otot mulai menurun. Kedua, gerak bola mata akan berhenti, suhu tubuh menurun dan detak jantung melambat.
Yang ketiga adalah fase tidur lelap, tubuh akan dalam keadaan sangat rileks dan gelombang otak akan sangat lambat.
Dan yang terakhir fase bermimpi, di sini mata bergerak cepat namun dalam keadaan terpejam, tekanan darah meningkat, napas pendek - pendek, dan gelombang otak akan bekerja seperti saat bangun.
Otak memiliki gelombang yang dinamakan gelombang Theta dan gelombang Beta. Gelombang Theta adalah gelombang yang berfungsi untuk mengatur ide atau inspirasi dan mimpi.
Sedangkan gelombang Beta ialah gelombang yang bekerja saat otak terlalu banyak tekanan.
Ketika gelombang Theta dan gelombang Beta bertemu maka akan menyebabkan gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri namun dalam kondisi terpejam.
Pada saat itu, Otak akan tertipu oleh gerakan mata. Otak mengira mimpi adalah sebuah kenyataan.
Baca Juga: Sudah Punya Cucu, Tiko dan Istri Merawat ODGJ dengan Baik
Maka dari itu, otak mengirimkan sinyal kepada otot untuk melakukan pergerakan, yang pada saat itu otot telah ‘tertidur’ bersama sistem saraf lainnya. Karena sinyal yang otak kirimkan, otot akan bergerak tiba-tiba.
Nah pada saat inilah tubuh akan merasakan sensasi jatuh dari ketinggian. Bangun dalam keadaan jantung yang berdetak cepat, berkeringat, dan napas terengah-engah.
Hypnic Jerk adalah fenomena normal yang terjadi pada banyak orang, 60 hingga 70 persen manusia pernah mengalami fenomena ini. Banyak hal yang memicu seseorang mengalami Hypnic Jerk.
Di antaranya ialah sedang dalam tekanan atau stress, olah raga berat pada malam hari, dan komsumsi kafein yang berlebihan. Nur Aini
Editor : Imron Arlado