JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gus Baha dalam ceramahnya seringkali membahas tema dakwah dan komunikasi Islam dalam konteks modern.
Dalam ceramahnya buzzer kebenaran merujuk pada individu atau kelompok yang menyebarkan informasi yang benar dan positif melalui media sosial dan platform digital lainnya.
Gus Baha menekankan bahwa setiap orang bisa menjadi penyebar kebaikan dan kebenaran, terutama di era saat ini.
Gus Baha mengakui bahwa media sosial berperan penting dalam menyebarkan informasi.
Ia mendorong umat Islam untuk memanfaatkan platform ini untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan nilai-nilai Islam, bukan hanya untuk menyebarkan kebencian.
Gus Baha juga menegaskan bahwa dakwah bukan hanya tugas para ulama atau pemuka agama saja.
Setiap muslim, termasuk mereka yang memiliki latar belakang berbeda dapat berkontribusi dalam menyebarkan kebaikan.
Ia memberikan contoh tentang bagaimana masjid dibangun di daerah dengan mayoritas nonmuslim.
Hal itu menunjukkan bahwa dakwah harus bersifat menyeluruh dan dapat diterima semua kalangan.
Gus Baha dikenal dengan gaya ceramahnya yang humoris. Ia percaya bahwa humor dapat menjadi alat yang efektif untuk menarik perhatian dan membuat para pendengar lebih terbuka terhadap pesan yang disampikan.
Dengan menggunakan humor, Gus Baha mampu mengurangi ketegangan dalam pembahasan-pembahasan yang mungkin sensitif. Hal ini membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pendengar.
Ceramahnya juga tidak berisi teori atau ajaran agama, tetapi juga kisah-kisah inspiratif dan contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari yang relevan dengan tema dakwah yang dibawakan.
Meskipun menggunakan gaya humor, Gus Baha menyampaikan pentingnya substansi dakwah itu sendiri. Pesan-pesan moral dan nilai-nilai Islam tetap harus disampaikan dengan jelas dan tepat.
Ceramah Gus Baha “Boleh Kok Jadi Buzzer Kebenaran” mengajak umat Islam untuk aktif dalam menyebarkan kebaikan melalui berbagai saluran komunikasi modern dengan pendekatan humoris dan metode dakwah yang menyeluruh, ia memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk menjadi agen perubahan positif di masyarakat.
Pesan utamanya adalah bahwa setiap individu memiliki peran dalam menyebarkan kebenaran dan nilai-nilai baik, tanpa harus terjebak dalam kejadian negatif dalam media sosial. FIA
Editor : Imron Arlado