JAWA POS RADAR MOJOKERTO- Generasi Z atau biasa disebut Gen Z ini mempunyai ciri khas kehidupan yang terbilang cukup unik karena mereka lahir dalam era serba digital dimana semua teknologi semakin berkembang dengan canggih.
Hal tersebut menjadi penelitian dari para psikolog, yang disampaikannya bahwa gen Z lahir memiliki kepribadian, ketertarikan dan gaya hidup yang berbeda.
Begitupun ketika Gen Z melampaui masa remajanya, dimana ia akan dihadapkan dengan proses pencarian identitas diri dan penerimaan sosial yang baik pada lingkungannya.
Agar semuanya dapat tercapai, sangat perlu Gen Z memiliki salah satu karakter yang akan menggiring pada pencapaian tersebut. Salah satunya rasa percaya diri yang tinggi.
Selain itu hal menarik dalam survei ini yaitu, pembuktian beberapa prosentase karakter yang disebabkan para Gen Z bisa mempunyai karakter percaya diri ini, disebutkan dalam 71 persen Gen Z sudah memiliki rasa percaya diri tinggi.
Dengan rasa percaya diri ini membuat Gen Z menjadi lebih aktif, positif dan inovatif tentunya. dan pastinya juga dapat menimbulkan karakter sweet di dalam diri mereka.
Karakter sweet yang disebut, kalian yang memiliki karakter ramah, menyenangkan, peduli dan empati yang bisa menghindarkan dirinya dari perilaku seperti bullying, sekaligus tidak terlalu ikut campur dalam masalah orang lain, tidak menghargai, tidak memiliki integritas, cemburu dan sejenisnya.
Tidak hanya itu, untuk membangun karakter sweet ini sangat diperlukan faktor internal seperti rasa percaya diri, dan faktor eksternal sekaligus pengaruh lingkungan.
Berikut Adalah beberapa faktor dan persentase yang membangun rasa percaya diri pada Gen Z karena ia merasa dipandang positif oleh orang lain (82 persen), memiliki penampilan baik seperti memiliki selera fashion yang cukup unik tapi tidak berlebihan dan wangi (66 persen), menonjol dalam akademik (59 persen).
Dengan sejumlah faktor yang mempengaruhi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Gen Z Indonesia percaya dengan autentisitas, baik personal branding terhadap diri mereka sendiri.
Dalam hal tersebut Gen Z memanfaatkan peran media sosial sebagai alat untuk menyalurkan ekspresi, mendapatkan inspirasi serta informasi dan hiburan sekaligus dapat memperkuat suara mereka dalam menyuarakan isu yang tersebar tidak benar. UMMI
Editor : Imron Arlado