Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gus Baha Berikan Contoh Sistem PNS ala Sayyidina Umar Bin Khatab

Imron Arlado • Jumat, 18 Oktober 2024 | 01:38 WIB
Gus Baha Berikan Contoh Sistem PNS ala Sayyidina Umar Bin Khatab
Gus Baha Berikan Contoh Sistem PNS ala Sayyidina Umar Bin Khatab

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik, Pemerintah Republik Indonesia telah meluncurkan program kerja sama strategis dengan perusahaan korporasi terkemuka.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang lebih umum dikenal sebaga Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Terlepas dari itu, seorang ulama ternama, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa  Gus Baha juga membahas tentang PNS di dalam Islam yang dikisahkan dari Sayyidina Umar bin Khatab, salah satu sahabat Nabi Muhammad.

Gus Baha membicarakan konsep dasar sistem PNS ala Sayyidina Umar yang merupakan pemimpin besar Islam.

Ia menggunakan kisah Sayyidina Umar sebagai inspirasi untuk mengembangkan nilai-nilai etika dan profesionalisme dalam pekerjaan masyarakat.

Gus Baha menekankan pentingnya keimanan dalam menghadapi tantangan dan tanggung jawab di hadapan Allah.

Ia menggunakan contoh Sayyidina Umar yang tetap bersyukur meskipun memiliki musuh yang dikenal penuh dendam yakni Abu Lukluk.

Tanggapan positif Sayyidina Umar menunjukkan kekuatan iman dan ketundukan total atas kehendak Allah.

Gus Baha mengingatkan bahwa prioritas utama dalam pekerjaan publik adalah menjaga hak-hak Allah atas kepentingan pribadi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hati dan niat yang tulus dalam berprofesi, sama seperti cara Sayyidina Umar yang menempatkan hak-hak Allah atas segala sesuatu.

Gus Baha tidak secara jelas membahas tentang implementasi praktis sistem PNS ala Sayyidina Umar dalam ceramahnya. Namun, ia menggunakan kisah Sayyidina Umar untuk mengembangkan nilai-nilai etika profesionalisme yang relevan dengan pekerjaan masyarakat. Nilai-nilai itu antara lain :

  1. Keimanan dan Tanggung Jawab: Menghadapi tantangan dengan iman yang teguh dan tanggung jawab di hadapan Allah.
  2. Prioritas Hak-Hak Allah: Menjadikan hak-hak Allah sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan.
  3. Etika Prifesionalisme: Menjaga hati dan niat yang tulus dalam berprofesi, miri dengan cara Sayyidina Umar menempatkan hak-hak Allah diatas semuanya.

Dengan demikian ceramah Gus Baha tentang sistem PNS ala Sayyidina Umar lebih difokuskan pada pengembangan  nilai-nilai etika dan spiritual dalam pekerjaan publik, bukan pada implementasi teknis sistem PNS modern.

Perlu diketahui, Gus Baha  adalah seorang ulama yang memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat saat ini.

Gus Baha lahir sebagai putra dari Kiai Nur Salim, pengasuh pesantren Alquran di Kragan, Narukan, Rembang.

Kiai Nur Salim sendiri adalah murid dari dua ulama terkemuka, yaitu Kiai Arwani Kudus dan Kiai Abdullah Salam, Kajen, Pati.

Nasab Gus Baha bersambung hingga kepada para ulama besar, menunjukkan akar keilmuannya yang kuat.

Sejak kecil, Gus Baha mulai menempuh pendidikan agama di bawah asuhan ayahnya sendiri, KH Nursalim. Ia mengkhatamkan AlQuran beserta Qiro’ahnya dengan lisensi yang ketat dari ayahnya.

Selanjutnya, Gus Baha mondok di Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang. Di sana, ia menonjol dalam ilmu Syari’at seperti Fiqih, Hadits, dan Tafsir.

Hafalan Gus Baha termasuk Shohih Muslim lengkap dengan matan, rowi, dan sanadnya. Ia juga menguasai kitab-kitab gramatika Arab seperti 'Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.

Gus Baha dekat dengan kiainya, Syaikhina KH. Maimoen Zubair. Beliau sering mendampingi guru beliau dalam berbagai keperluan, termasuk mencari ta’bir dan menerima tamu-tamu ulama besar yang berkunjung ke pesantren.

Gus Baha juga aktif dalam kepengurusan Pesantren Al Anwar, menjabat sebagai Rois Fathul Mu’in dan Ketua Ma’arif2.

Gus Baha adalah sosok yang menggabungkan keilmuan yang mendalam dengan ketulusan hati. FIA

Editor : Imron Arlado
#aparatur sipil negara #Gus Baha #bahaudin nursalim #pegawai negeri sipil #rekrutmen cpns #Umar bin khatab #Ulama terkemuka