Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perempuan Sulit Baca Google Maps, Mitos atau Fakta?

Imron Arlado • Selasa, 15 Oktober 2024 | 01:56 WIB
Perempuan dianggap sulit membaca peta digital. Benarkah demikian? Pexels
Perempuan dianggap sulit membaca peta digital. Benarkah demikian? Pexels

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Video pasangan yang akan ke Yogyakarta namun justru nyasar ke Solo karena salah baca Google Maps, viral di sejumlah media sosial.

Dua remaja itu berangkat dari Klaten setelah cash on delivery (COD) ponsel. Setelah itu keduanya ingin kembali Yogya. Dan, pria yang nyetir motor itu mengandalkan pacarnya untuk membuka Google Maps.

Buta wilayah, membuat keduanya mengandalkan google maps. Dalam perjalanan, keduanya melewati jalan sempit dan gang-gang kecil.  Dari situ, keduanya mulai curiga dan menanyakan ke pacarnya soal rute kembali dari Klaten ke Jogja. 

Setiba di Surakrta, keduanya berhenti dan melihat Google Maps ternyata pacar saya salah memahami maps dan malah ke arah Solo. Bukan ke Jogja.

Peristiwa ini pun memunculkan spekulasi. Tak sedikit yang menyebut, perempuan sulit membaca peta digital.

Benarkah demikian?

Pertanyaan ini sering muncul, dan mari kita jelajahi beberapa alasan ilmiah yang mungkin menjelaskan mengapa perempuan terkadang mengalami kesulitan dalam membaca peta digital.

Perbedaan Kecerdasan Spasial:

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menemukan bahwa pria dan wanita memiliki perbedaan dalam memecahkan teka-teki labirin 3D.

Dalam penelitian ini, para peserta (baik pria maupun wanita) harus mengarahkan diri mereka sendiri dalam labirin virtual menggunakan kacamata 3D dan joystick.

Hasilnya menunjukkan bahwa pria cenderung menyelesaikan lebih banyak tugas navigasi daripada wanita.

Ini menunjukkan perbedaan dalam kemampuan mengorientasikan diri dan memahami tata letak ruang.

Pengaruh Hormon Estrogen:

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa hormon estrogen wanita dapat memengaruhi kecerdasan spasial.

Kecerdasan spasial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola informasi tentang ruang, arah, dan lokasi. Hormon estrogen dapat memengaruhi bagaimana otak memproses informasi ini.

Meskipun ini bukan aturan mutlak, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan mungkin lebih cenderung mengandalkan metode lain, seperti mengingat landmark atau mengandalkan petunjuk verbal, daripada mengandalkan pemetaan visual secara langsung.

Stereotip Gender:

Klaim bahwa perempuan lebih sulit membaca peta sering kali muncul dari stereotip gender yang telah lama ada dalam masyarakat.

Stereotip ini menganggap laki-laki lebih unggul dalam bidang teknis dan spasial, sementara perempuan dianggap lebih cenderung pada aspek-aspek interpersonal dan emosional.

Penting untuk diingat bahwa kemampuan membaca peta bukanlah karakteristik universal berdasarkan jenis kelamin, dan setiap individu memiliki kecenderungan dan preferensi yang berbeda-beda3.

Studi lain menegaskan, kecenderungan perempuan susah membaca peta terkait dengan kemampuan visual di otak yang dipicu oleh faktor hormon dan kebiasaan.

Penelitian dari University of Warwick di Inggris menunjukkan perempuan heteroseksual tidak hanya lebih buruk dalam membaca peta dibandingkan laki-laki heteroseksual.

Mereka juga kalah dari laki-laki biseksual, laki-laki gay, perempuan gay, dan perempuan biseksual, secara berurutan.

Penelitian ini mengamati apa yang disebut rotasi mental. Ini adalah kemampuan manusia untuk memvisualisasikan sebuah objek secara mental dari perspektif yang berbeda.

Dr Michael Tlauka, seorang ahli perbedaan gender dan kemampuan spasial dari Flinders University menjelaskan contoh pada kehidupan nyata soal rotasi mental adalah membaca peta.

Ini adalah salah satu tugas mental, dan penelitian mengungkap laki-laki secara konsisten mengungguli perempuan. "Laki-laki cenderung lebih baik dalam rotasi mental daripada perempuan," imbuhnya.

Ia mengatakan anggapan pria adalah pembaca peta yang lebih baik daripada perempuan sebenarnya berakar pada fakta.

"Ini sama sekali bukan mitos, dalam hal membaca peta dan keterampilan spasial secara umum, Anda akan menemukan bahwa laki-laki mengungguli perempuan," jelas dia. (-)

 

Editor : Imron Arlado
#salah baca map #google maps #stereotip #hormon estrogen #Cash On Delivery (COD) #hormon testoteron #surakarta #Yogyakarta