JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film Mariara akan tayang di jaringan bioskop XXI Nasional pada 28 November 2024 mendatang.
Mariara dikatakan menarik karena mengangkat salah satu sisi terpuruk budaya Minahasa.
Film ini bercerita tentang praktik ilmu hitam di salah satu kampung di tanah Minahasa, yang menawarkan alternatif tontonan dari biasanya.
Disajikan menggunakan Bahasa Melayu Manado, film Mariara digarap cukup apik dengan tempo yang cukup cepat dengan durasi kurang lebih 1 jam, 37 menit.
Diproduseri oleh Merdy Rumintjap dan menjadi salah satu film Indonesia yang dibuat dalam waktu paling lama.
Sebelum produksi dimulai 2018, hingga produksi yang dilakukan pada 2019, dan akhirnya rampung di 2024 ini.
Penyebab tertundanya produksi film dikarenakan medan lokasi syuting yang terlalu berat hingga terjadinya pandemi COVID-19.
Mariara dikatakan sebagai film horror thriller di Indonesia, bahkan paling horor di Asia Tenggara.
Dari sekian banyak film genre horror thriller di Indonesia, film Mariara dianggap punya kekuatan mistis hingga memakan tumbal.
Pasalnya selama proses pembuatan film, sebanyak 7 orang yang merupakan kru film, meninggal dunia.
Bahkan salah satu leluhur di Tomohon, tempat aktris pemeran Mariara belajar dan mendalami ilmu hitam dan putih, juga sudah meninggal dunia.
Namun, Veldy Umbas selaku sutradara film Mariara menegaskan bahwa meninggalnya 7 kru film itu tidak ada hubungannya dengan dunia mistis.
Filmnya sendiri mengambil latar belakang budaya Minahasa yang kental dengan ke-Kristenan.
Dibalut dengan nuansa mistis, Mariara menggali tentang praktik ilmu hitam yang tersembunyi dibalik sebuah gereja di kampong Minahasa.
Mariara digarap dengan struktur cerita multiplot, yang memancing logika berpikit para penonton meski penyajiannya cukup sederhana.
Film ini tidak hanya menyajikan sensasi ketegangan, tetapi juga menjadi refleksi bagi penonton tentang sisi gelap dari kepercayaan. ARA
Editor : Imron Arlado