JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos meninggal dunia akibat speedboat yang ditumpanginya meledak, Sabtu (12/10).
Benny Laos meninggalkan warisan yang luar biasa. Ia terkenal bukan hanya sebagai politisi, tetapi juga sebagai pengusaha.
Berapa jumlah harta kekayaan Benny Laos? Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Benny Laos memiliki kekayaan total mencapai Rp 709 miliar.
Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari surat berharga serta tanah dan angunan. Nilainya mencapai Rp 201 miliar lebih. Tanah dan bangunan ini tersebar di 204 lokasi.
Selain itu, terdapat kekayaan berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 7.063.315.200. Rinciannya, Hummer Jeep senilai Rp 1.150.000.000, Motor Kawasaki Rp 115.000.000, Toyota Alpard Rp 241.315.200, Lexus LM 350 Rp 2.557.000.000, Landrover Rp 3.000.000.000.
Harta lainnya berupa surat berharga sebesar Rp 245 miliar, kas dan setara kas senilai Rp 146 miliar, dan harta lainnya Rp 96 miliar.
Meski memiliki kekayaan melimpah ruah, namun Benny Laos tercatat memiliki hutang senilai Rp 24 miliar.
Kronologi Meninggalnya Benny Laos
Benny Laos dan tim suksesnya berencana untuk berkampanye di Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, pada Sabtu (12/10).
Mereka menggunakan speedboat bernama ’’Bella 7.” Saat sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di pelabuhan regional Bobong, Desa Bobong, tiba-tiba speedboat tersebut meledak dan terbakar.
Benny Laos mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan mengalami patah tulang akibat insiden tersebut. Ia sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong, namun kondisinya semakin kritis.
Pukul 17.20 WIT, dokter menyatakan bahwa Benny Laos meninggal dunia. Selain Benny, lima orang penumpang lainnya juga kehilangan nyawa dalam kecelakaan ini.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa salah satu penyebab meninggalnya Benny Laos adalah karena kehabisan napas akibat tenggelam. Material kapal yang terbuat dari fiber menyebabkan api dengan cepat melahap badan kapal, sehingga kapal tersebut tenggelam. HESTY
Editor : Imron Arlado