JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gua Gembyang, yang terletak di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, merupakan destinasi wisata yang kaya akan sejarah dan misteri.
Gua ini dikenal sebagai tempat pertapaan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, dan sering dikaitkan dengan berbagai legenda mistis yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Gua Gembyang memiliki kedalaman sejarah yang dalam, di mana konon Raden Wijaya mendapatkan wahyu untuk mendirikan Majapahit di sini.
Nama "Gembyang" berasal dari seorang pengikut Raden Wijaya yang pernah tinggal di gua tersebut. Selain itu, gua ini juga dipercaya sebagai tempat berlindung Erlangga, seorang tokoh penting dari Kerajaan Bedahul Bali.
Pengunjung sering merasakan aura mistis saat berada di dalam gua. Dilarang menggunakan penerangan saat menjelajahi gua menambah kesan menantang bagi para petualang.
Beberapa tempat di dalam gua dihiasi dengan kain putih, yang menandakan lokasi-lokasi tertentu dianggap suci oleh kelompok aliran tertentu. Meskipun ada nuansa mistis, gua ini tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara.
Gua Gembyang juga dikaitkan dengan berbagai cerita tentang pusaka sakti yang bersemayam di dalamnya.
Banyak orang percaya bahwa para pertapa yang datang untuk meminta sesuatu di gua ini sering kali mengalami petaka jika tidak menghormati aturan dan tradisi setempat.
Penjaga gua pernah melarang pengunjung melakukan ritual yang dianggap tidak pantas atau berbahaya, menunjukkan adanya tradisi dan kepercayaan lokal yang kuat terkait dengan tempat tersebut.
Gua Gembyang terletak pada ketinggian 600 mdpl dan dikelilingi oleh keindahan alam yang asri. Meskipun akses jalan menuju gua masih berupa bebatuan, banyak pengunjung yang tidak menghiraukan tantangan tersebut demi menikmati keindahan dan pengalaman unik di dalam gua. Jam operasionalnya adalah 24 jam setiap hari tanpa biaya masuk.
Gua Gembyang bukan hanya sekadar objek wisata; ia adalah tempat yang menyimpan banyak cerita sejarah dan mistis.
Keberadaannya sebagai lokasi pertapaan dan hubungannya dengan Kerajaan Majapahit menjadikannya menarik bagi para peneliti sejarah maupun wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di alam.
RIZQI
Editor : Imron Arlado