Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Hanya Perdagangan Seks, P Diddy Juga Disinyalir Terlibat Kasus Penembakan Tupac Shakur

Imron Arlado • Senin, 30 September 2024 | 00:13 WIB
Keterkaitannya Penembakan Tupac Shakur dengan P Diddy
Keterkaitannya Penembakan Tupac Shakur dengan P Diddy

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sean Diddy Combs atau yang sering dikenal dengan nama P Diddy, merupakan rapper terkenal asal Amerika yang tengah ramai dibicarakan oleh publik akibat kasus perdagangan seks.

Pasalnya, kasus yang tersebut menjerat banyak artis Hollywood. Kasus tersebut diungkap oleh mantan kekasih P Diddy, Cassie Ventura pada November 2023.

Cassie menuntutnya atas kekerasan fisik dan seksual. Terkait hal tersebut, P Diddy berakhir ditangkap polisi dan rumahnya tengah digeledah pada Senin (25/3/2024).

Penggeledahan ini dilakukan Agen Keamanan Dalam Negeri. Hasilnya, ditemukannya senjata api, 1.000 baby oil, lubricant, dan ratusan mainan seks

Selain banyak artis Hollywood yang juga terseret, banyak juga musisi yang telah meninggal kini dikaitkan dengan kasusnya.

Rapper berusia 54 tahun itu didakwa akibat melakukan perdagangan seks, kekerasan, pemerasan, dan transportasi untuk terlibat dalam prostitusi.

Menyusul kasus tersebut, publik kembali menyoroti tentang kemungkinan keterlibatan P Diddy dalam penembakan Tupac Shakur.

Rapper tersohor, Tupac Shakur meninggal pada tahun 1996. Meninggalnya Tupac Shakur diduga menjadi kontroversi. Banyak orang berspekulasi bahwa kematian Tupac shakur merupakan pembunuhan berencana.

Tupac Amaru Shakur lahir di Manhattan, New York City, pada 16 Juni 1971. Tupac anak dari Afeni Shakur, seorang aktivis politik yang terancam dipenjara 350 tahun saat sedang mengandung Tupac.

Dikutip dari akun X @eradotic, Tupac berjualan sabu-sabu di jalanan untuk menyambung hidup. Namun, ia mulai bangkit menjadi penari grup hiphop Digital Underground yang berbasis di Oakland.

Selain sebagai penari, Tupac pun menjadi teknisi alat-alat panggung Digital Underground. Kemudian, ia dengan cepat memanjat popularitas saat ia mulai merilis musiknya sendiri.

Album debutnya, 2Pacalypse Now, yang sukses meraih pujian dari kritikus-kritikus musik. Meski karirnya gemilang, Tupac tidak luput dari kontroversi.

Kematian Tupac Shakur ditembak sebanyak empat kali oleh orang tidak dikenal di halte lalu lintas Las Vegas pada 7 September 1996.

Setelah penembakan itu, Tupac dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat dirawat selama enam hari. Pada akhirnya, ia mengembuskan nafasnya pada 13 September 1996. Tupac menghembuskan nafas terakhirnya karena kegagalan pernapasan dan gagal jantung.

Namun, CBS News melaporkan, bahwa tersangka dalam pembunuhan tupac Shakur telah ditangkap. Tersangka tersebut merupakan Duane Davis yang diduga terlibat dalam pembunuhan Tupac.

Penangkapan tersebut setelah 27 tahun kematian Tupac Shakur, pada 29 September 2023. Namun, Duane Davis mengaku tidak bersalah dengan apa yang telah dituduhkan kepadanya.

Spekulasi tentang dugaan keterkaitan P Diddy dengan kematian Tupac Shakur bermula dengan viralnya cuplikan wawancara mendiang Tupac.

Tupac mengaku bahwa dirinya pernah disergap dan ditembak lima kali dalam sebuah perampokan di Quad Studios di Times Square pada 30 November 1994.

Dalam wawancaranya dengan majalah Vibe pada April 1995, Tupac menduga keterlibatan P Diddy dalam penyerangan tersebut. Tupac ditanyai terkait hubungannya dengan P Diddy, tetapi Tupac menjawab “Itu antara saya dan dia, dan hanya dia yang tahu.”

Di hari penyerapannya, Tupac berencana tampil dalam sebuah lagu dari Little Shawn. Namun ia merasa khawatir akan keselamatannya sebelum memasuki Quad Studios.

Dalam wawancara tersebut, Tupac menceritakan kejadian mengerikan tersebut “Ketika kami berjalan menuju gedung, seseorang berteriak dari atas studio,” katanya.

“Itu adalah Little Caesar, pemain musik pendamping Biggie. Dia adalah sahabat saya. Begitu saya melihatnya, semua kekhawatiran saya tentang situasi itu hilang, ” lanjutnya.

Meskipun merasa tenang, suasana berubah drastis berubah menjadi berbahaya bagi Tupac dan rombongannya di saat memasuki gedung. Ketika mendekati lift, ia bertemu dengan sekelompok pria yang awalnya ia kira terkait dengan Biggie.

Sejak saat itu, hubungan Tupac dengan rapper Biggie mulai retak, pertemanan mereka berubah menjadi permusuhan.

Selain itu, P Diddy diduga merupakan dalang dari kejadian di Quad Studios pada tahun 1994 bersama dengan Biggie.

Sejak saat itu, perseteruan antara dua rapper tersebut dimulai. Perseteruan tersebut akhirnya membentuk dua kubu yang disebut West Coast (Tupac Shakur) dan East Coast (Biggie).

Perseteruan semakin memuncak puncak saat terbunuhnya Tupac Shakur. West Coast menduga Biggie dan P Diddy adalah sosok di balik pembunuhan tersebut.

Lalu, tidak sampai setahun, Biggie juga tewas menyusul Tupac Shakur pada 9 Maret 1997 karena ditembak orang tak dikenal. Kebanyakan orang meyakini, bahwa dibalik meninggalnya Biggie, karena pembalasan dendam atas kematian Tupac.

Dugaan keterlibatan P Diddy dalam kematian Tupac Shakur adalah topik klasik yang selalu menjadi perbincangan para rapper Amerika Serikat.

Eminem adalah salah satu rapper yang sangat yakin bahwa P Diddy bertanggung jawab atas pembunuhan Tupac Shakur, yang kemudian berefek domino dengan tewasnya Biggie.

Tudingan tersebut dituangkan oleh Eminem dalam beberapa lagunya seperti Fuel dan Killshot. Dan banyaknya spekulasi dari banyak orang, membuat penembakan Tupac Shakur diduga berkaitan erat dengan P Diddy. Nailul

Editor : Imron Arlado
#perdagangan seks #artis hollywood #justin bieber #Cassie Ventura #Tupac Shakur #Sean Diddy Combs #pembunuhan berencana #new york #P Diddy #amerika #las vegas #rapper amerika #manhattan