Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun enam bangunan di tiga dusun alami rusak atap.
Informasi yang dihimpun, angin kencang terjadi sekitar pukul 13.20. Ketika itu, wilayah Kutorejo dan sekitarnya tengah diguyur hujan lebat.
”Rumah warga atapnya porak poranda. Ada yang terbang kena angin itu atapnya dari asbes. Lainnya, sebagian genting rumah jatuh, jadi (atap) bolong-bolong,” ujar Plt. Kades Sampangagung Sukamto.
BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, total terdapat 6 bangunan mengalami rusak atap di tiga dusun. Yakni, di Dusun Sampang, Brubuh dan Dusun Sudimoro.
Rinciannya, toko sembako dan warung di Dusun Sampang alami rusak sedang di bagian atap.
”Di Dusun Brubuh, selain satu rumah warga rusak atapnya, ada kandang ternak milik warga yang rusak berat akibat tertimpa pohon,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, menambahkan.
Di Dusun Sudimoro, lanjut Khakim, dua rumah warga alami rusak ringan di bagian atap.
Pihaknya memastikan, bencana alam ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. ”Alhamdulillah nihil korban,” sebutnya.
Khakim menjelaskan, yang menimpa warga Desa Sampangagung bukan fenomena puting beliung. Kecepatan angin saat kejadian diperkirakan mencapai 30 km/jam.
”Bukan puting beliung, tapi angin kencang. Sesuai prakiraan BMKG Juanda Surabaya,
hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto,” bebernya.
Selain melakukan pendataan, BPBD membagian terpal untuk penanganan awal imbas bencana tersebut.
”Setelah kami asesmen, kami salurkan bantuan darurat berupa terpal sebanyak 11 lembar,” tandas Khakim. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah