JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Film My Annoying Brother versi Indonesia dijadwalkan tayang di bioskop pada Oktober 2024 mendatang.
My Annoying Brother merupakan sinema yang menggabungkan genre drama keluarga dan komedi.
Film ini merupakan remake dari film Korea Selatan yang sangat populer dengan judul yang serupa. Film tersebut cukup laris saat tayang di Korea Selatan pada 2016 silam.
Adaptasi ini bertujuan untuk menyajikan dan memperkenalkan kepada penonton lokal, mengenai kisah persaudaraan yang sangat menyentuh hati dan mengharukan, sama seperti versi aslinya.
Dengan sentuhan baru dan nuansa yang lebih dekat dengan budaya Indonesia, proyek film ini diharapkan dapat memikat dan diterima baik oleh masyarakat secara luas.
Film My Annoying Brother versi Indonesia akan disutradarai oleh Dinna Jasanti. Seorang sutradara yang telah sukses menggarap berbagai film dan series unggulan.
Karya Dinna Jasanti selalu berhasil diterima masyarakat dengan sangat baik, hingga mendapat sambutan hangat dan berbagai penilain positif.
Pada film My Annoying Brother versi Indonesia, menampilkan Angga Yunanda dan Vino G Bastian sebagai pemeran utama, mereka berdua dianggap mampu memberikan penampilan personal terhadap kedua karakter film aslinya.
Film arahan sutradara Dinna Jasanti ini dibuat melalui kerja sama antara rumah produksi BASE Entertainment, Lifelike Pictures, dan CJ ENM sebagai perwakilan perusahaan dari Korea.
Kolaborasi tesebut akan menjanjikan sebuah sinema yang tidak hanya menarik, tetapi juga akan menciptakan sebuah pengalaman menonton yang sangat berkesan dan menggugah emosional.
Film My Annoying Brother versi Indonesia mengisahkan tentang seorang lelaki yang berprofesi sebagai atlet judo nasional, bernama Kemal.
Suatu hal tak terduga terjadi pada Kemal, ia mengalami cedera dalam sebuah pertandingan hingga kehilangan penglihatannya.
Musibah ini merupakan pukulan besar bagi Kemal, tetapi hal itu tidak akan membuatnya tumbang begitu saja kepada keadaan, ia tetap menjalani hidup dengan penuh semangat.
Meski berkebutuhan fisik, ia tetap bertekad melanjutkan mimpinya untuk menjadi atlet judo profesional dengan tujuan ingin mengikuti Paralimpiade, yakni ajang olahraga Internasional bagi atlet disabilitas
Kerumitan semakin muncul ketika Jaya Solihin atau Jay kakak satu-satunya datang secara tak terduga.
Jay merupakan seorang narapidana yang berusaha mengurangi hukumannya, dengan alasan harus merawat Kemal, satu-satunya keluarga yang tersisa.
Kepribadian Jay sangat berbeda dengan adiknya. Dia menjalani hidupnya dengan cara yang lebih santai dan cenderung cuek, ia tidak pernah terlibat dalam kehidupan adiknya.
Kini Kemal yang kehilangan penglihatannya harus menghadapi prilaku Jay yang tidak baik dan mencoba memperbaiki hubungan mereka yang selama ini renggang.
Selain itu, Kemal juga harus belajar menerima kenyataan baru dan membangun kembali rasa percaya dirinya.
Meskipun Jay dan Kemal merupakan sepasang adik kakak yang tinggal serumah, mereka canggung untuk memulai pembicaraan dan dapat dikatan tidak akur.
Beberapa hari berlalu sejak musibah yang menimpa Kemal terjadi, situsi menjadi berubah drastis.
Jay mulai tergerak untuk membantu Kemal melalui masa-masa sulitnya. Ia perlahan memperbaiki hubungan persaudaraan yang sebelumnya telah renggang.
Seiring berjalannya waktu, Jay yang sebelumnya tampak acuh tak acuh, kini pun mulai menunjukkan dukungannya yang lebih besar untuk Kemal. Hingga hubungan persaudaraan tersebut mulai terjalin kembali.
Meski diwarnai berbagai konflik dan tantangan hidup, ikatan antara Jay dan Kemal menjadi semakin kuat.
Mengajarkan mereka arti penting dari hubungan keluarga dan dukungan satu sama lain dalam menghadapi berbagai rintangan hidup.
Lantas bagaimana kelanjutan kisah persaudaraan yang penuh rintangan ini? Apakah Kemal berhasil mengikuti dan menjadi juara dalam Paralimpiade? Dan mungkinkah Jay harus kembali lagi dipenjara, ketika kondisi Kemal sudah semakin baik? Akankah situasi akan memisahkan hubungan kakak beradik ini?
Saksikan kelanjutan kisah My Annoying Brother versi Indonesia, di bioskop kesayangan anda pada 24 Oktober 2024 mendatang. YULI
Editor : Imron Arlado