JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hujan seringkali membawa lebih dari sekedar air yang membasahi bumi. Di balik rintik-rintik yang turun, muncul kenangan lama yang kembali hadir di benak banyak orang.
Tidak hanya membentuk genangan di jalanan, hujan seakan membangkitkan perasaan-perasaan yang pernah terkubur dalam ingatan.
Fenomena “hujan membangkitkan kenangan” ini telah menarik perhatian para peneliti, tentang apa relasi hujan dengan kenangan.
Dilansir dari Halodoc, rintikan hujan dapat memicu mekanisme psikologis. Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim psikolog King’s College London dan University of Southampton di Inggris, hujan memicu bangkitnya ingatan emosional. Kemunculan ingatan nostalgia ini semata-mata merupakan upaya otak untuk menahan tekanan yang disebabkan oleh cuaca buruk.
Rintikan hujan kerap kali dianggap memiliki ketenangan karena suaranya yang lembut dan nyaman.
Dalam studi psikologi, membuktikan bahwa suara hujan bisa merangsang sistem saraf otonom yang menghasilkan respons fisik yang membuat tubuh menjadi lebih rileks, dan positifnya, dapat memicu ingatan masa lalu karena terhubung dengan pengalaman sentimental yang menciptakan keterkaitan antara hujan dan kenangan.
Beberapa komponen hujan seperti suara dan aroma juga ikut berperan. Aroma tanah yang basah atau petrikor (petrichor) juga dapat memicu munculnya pengalaman masa lalu ke dalam kesadaran.
Hal ini disebabkan karena pusat otak bertanggung jawab atas indra penciuman yang berkaitan erat dengan pusat memori.
Dalam jurnal Environment Research and Publich Health, mereka melakukan penelitian lanjutan tentang aktivitas otak yang menunjukkan bahwa hujan memiliki pengaruh terhadap produksi neurotransmiter yang berhubungan dengan suasana hati dan emosi.
Cuaca yang mendung dan hujan dapat merangsang produksi serotonin dan endorfin, yang berkontribusi pada peningkatan rasa bahagia dan kenyamanan.
Hujan terbukti memiliki dampak yang signifikan terhadap kenangan dan emosi manusia.
Melalui faktor psikologis bahkan neurologis, suara dan aroma hujan yang dihasilkan, dapat membangkitkan ingatan-ingatan lama yang penuh makna, serta memengaruhi produksi neurotransmiter yang berhubungan dengan suasana hati.
Penelitian menunjukkan bahwa fenomena ini bukan sekadar persepsi subjektif, melainkan fenomena yang memiliki dasar ilmiah.
Oleh karena itu, pemahaman tentang hubungan antara hujan, genangan, dan kenangan ini dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai bagaimana lingkungan memengaruhi psikologi manusia. Aini
Editor : Imron Arlado