Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ini Alasan Perempuan Seringkali Lebih Ribet dalam Menjalani Hubungan Asmara Ketimbang Laki-Laki

Martda Vadetya • Jumat, 20 September 2024 | 23:59 WIB
Ilustrasi hubungan percintaan perempuan dan laki-laki. (foto: Istimewa)
Ilustrasi hubungan percintaan perempuan dan laki-laki. (foto: Istimewa)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam menjalani hubungan percintaan, wanita sering kali mengalami kecemasan dibandingkan dengan laki-laki.

Sementara laki-laki justru lebih banyak mengalami hal sebaliknya. Perbedaan keduanya bukan tanpa alasan atau faktor lain yang melatarbelakanginya.

Banyak perempuan yang mengalami anxious attachment style atau kelekatan tipe cemas.

Anxious attachment style ini meruoakan kecenderungan emosi yang merasa takut ditinggalkan, merasa rendah diri, suka berprasangka buruk, haus akan validasi, memiliki sifat ketergantungan kepada pasangannya, dan juga mudah cemburu.

Sedangkan, laki-laki cenderung bersifat avoidant attachment style atau menghindari hal-hal yang melibatkan keterikatan untuk bergantung kepada orang lain.

Karena hal tersebut, laki-laki menjadi kurang terbiasa dengan sesuatu yang melibatkan perasaan yang mendalam, merasa tidak nyaman dalam hubungan romantis, dan menolak dukungan emosional.

Kedua pola perilaku tersebut terbentuk dari pola pengasuhan yang berbeda ketika mereka masih kecil atau dalam usia anak-anak.

Sehingga, pola asuh tersebut membentuk karakteristik anak ketika mereka beranjak dewasa.

Penyebab perempuan menjadi anxious attachment style juga beragam. Bisa jadi karena semasa kecil ia memiliki riwayat diabaikan atau memiliki riwayat menjadi korban bullying.

Dan ketika remaja, ia tumbuh menjadi gadis yang insecure-an dan sebagainya. Sehingga, ia cenderung takut ditinggalkan.

Di mana rasa takut tersebut melatarbelakangi adanya sifat-sifat anxious attachment style.

Sedangkan, kebanyakan laki-laki menjadi avoidant attachment style disebabkan oleh beragam faktor.

Bisa jadi karena semasa kecilnya ia seringkali dituntut untuk tidak boleh menangis, harus kuat, tidak dibebaskan untuk banyak bercerita, tidak boleh mengeluh.

Sehingga, ketika ia berhubungan dengan emosional, ia cenderung tidak terbiasa.

Praktis, laki-laki jadi merasa kewalahan menghadapi perempuan dengan latar belakang emosional dan pola asuh yang berbeda.

Pada akhirnya, sikap menghindari hal-hal yang membuatnya tidak nyaman dipilih laki-laki ketika menjalani hubungan percintaan.

Begitupun dengan perempuan. Pola pengasuhan serupa ini membentuk kebanyakan perempuan menjadi seseorang yang mudah cemas dan ribet dalam menjalani hubungan percintaan.

Ternyata, terdapat alasan mengapa perempuan cenderung ribet dalam menjalani suatu hubungan. Pola asuh terhadap anak perempuan membentuk kondisi psikologis kebanyakan perempuan yang menjadikan mereka ribet menjalani hubungan percintaan.  (Hasina Aldhea)

Editor : Imron Arlado
#cemas #pola asuh #percintaan #Emosional #Ribet #perempuan #asmara #laki-laki